Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Suasana Registrasi Mahasiswa Baru (foto Ilustrasi/unand.ac.id)
Dream - Bagi kedua hijaber ini, mimpi terbesar selepas lulus SMA adalah bisa melanjutkan ke bangku kuliah tanpa membebankan kedua orangtua. Tuhan menjawab mimpinya. Mereka diterima sebagai calon mahasiswa baru Unpad (Universitas Padjadjaran) Tahun Akademik 2014/2015 melalui Program Bantuan Bidikmisi dari Kementeriran Pendidikan dan Kebudayaan.
Dua gadis itu yakni Rhieska Sanggita Putri dan Cici Anisa Rahmah. Rhieska diterima di program studi Akuntansi dan Cici di program studi Teknik Informatika.
Rhieska Sanggita Putri adalah lulusan dari SMKN 1 Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Ia berasal dari keluarga sederhana, sudah 6 bulan ayahnya tidak bekerja karena terserang stroke.
Sebelumnya, sang ayah membuka jasa sebagai tukang servis televisi, sementara ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Meskipun sulit, Rhieska tetap giat bersekolah. Terbukti, ia adalah lulusan pertama di sekolahnya yang diterima di Unpad.
Adapun Cici Anisa Rahmah merupakan lulusan dari SMA Alfa Centauri, Bandung. Cici yang berasal dari Banjarsari Ciamis ini telah terbiasa hidup mandiri. Ibunya berprofesi sebagai baby sitter (pengasuh bayi) di Kota Depok.
Cici mengaku tidak mengenal sosok ayahnya sejak kecil. Anak bungsu dari 2 bersaudara ini mantap melanjutkan ke prodi Teknik Informatika FMIPA Unpad karena ketertarikannya terhadap bidang itu.
Melalui Bidikmisi, mereka dapat berkuliah dengan biaya kuliah yang ditanggung pemerintah. Tak ingin menyia-nyiakan beasiswa tersebut, mereka bertekad meyelesaikan kuliah tepat waktu.
Rhieska misalnya, ia ingin meraih gelar sarjana sebelum umur 21 tahun. Adapun Cici, selain menuntut ilmu juga ingin menambah wawasan spiritualnya dengan masuk ke kegiatan kemahasiswaan di bidang agama Islam.
Keduanya sepakat, keterbatasan ekonomi bukan suatu hal yang justru menghambat kita mewujudkan mimpi. Kuncinya adalah kerja keras, pantang menyerah dan terus berdoa.
(Ism, Sumber: Unpad.ac.id)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan