Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Atih Novia Apriliani (Facebook)
Dream - Biaya pendidikan yang tidak murah serta seleksi yang ketat, membuat banyak orang pesimistis mendaftar ke program studi yang banyak diminati calon mahasiswa, fakultas Kedokteran contohnya.
Hal ini pula yang sempat dirasakan Atih Novia Apriliani. Dia adalah satu dari 14 mahasiswa program studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014, dinyatakan lolos sebagai penerima Bidikmisi.
Mulanya, gadis berhijab yang akrab disapa Atih ini merasa tidak percaya diri mendaftar di Fakultas Kedokteran Unpad. Yang ia dengar, kuliah di Fakultas Kedokteran bukan hanya sulit seleksinya tetapi juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
" Kuliah kan harus biaya banyak. Tapi orangtua kalau biaya segitu enggak ada. Apalagi kalau punya cita-cita dokter biayanya bisa sampai ratusan juta," kata Atih.
Ayah Atih adalah seorang penjual bambu yang penghasilannya tidak tetap setiap bulannya. Sementara ibunda, seorang ibu rumah tangga.
Mojang Bandung ini adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Alumni SMAN 1 Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat ini merupakan siswa berprestasi di sekolahnya dan sering meraih peringkat satu di kelas sejak duduk di Sekolah Dasar.
Dalam meraih prestasi, Atih punya 'resep' tersendiri. Selain belajar, berdoa, rutin beribadah serta kerja keras, dia selalu berusaha rendah hati.
" Jangan sombong dengan apa yang kalian dapat, karena itu hanya titipan Allah, tak pantas kita menyombongkan diri. Tapi bersyukurlah dan tetap menjadi sosok yang rendah hati," tulis Atih dalam blog pribadinya.
Dia berpesan jangan berhenti untuk bermimpi, karena mimpi akan membangunkan kita dari keterpurukan. Kata dia, percaya dengan kemampuan kalian sendiri, kesuksesan bukan ditentukan oleh orang lain, tapi diri sendiri.
" Hidup itu bukan untuk bergaya, tapi untuk mencari gaya yang bisa kita menjadi orang yang berguna sukses di dunia dan di akhirat" .
Atih yang sejak kecil memang bercita-cita menjadi dokter mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan Unpad atas adanya program beasiswa yang diberikan. " Mudah-mudahan saya bisa memberikan kontribusi yang baik dan menjaga amanah ini agar saya tetap bisa berprestasi," tutur mantan Ketua OSIS di SMA-nya ini.
(Ism, Sumber: Unpad.ac.id)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan