Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (imgkid.com)
Dream - Pria asal Inggris, Idris Tawfiq mendapat hidayah memeluk Islam setelah menjadi pengajar studi agama di sebuah sekolah di negaranya. Perjalanan keislaman Tawfiq diawali saat melakukan perjalanan ke Kairo, Mesir.
Selama ini, Tawfiq menganggap Mesir adalah negara dengan banyak piramida, unta, padang pasir serta pohon palem. Selama beberapa minggu, Tawfiq menghabiskan waktu di Kairo. Ini adalah untuk pertama kalinya dia berkenalan dengan Islam dan muslim.
" Seperti kebanyakan orang Inggris, pengetahuan Islam saya terbatas pada apa yang disajikan di TV dan media Barat," kata dia berbagai kisah.
Awalnya Tawfiq merasa Islam adalah agama yang bermasalah. Namun saat berkunjung ke Mesir dia melihat betapa indahnya Islam.
Orang-orang sederhana meninggalkan dagangannya saat mendengar azan untuk bertemu langsung dengan Allah. Mereka begitu yakin akan keberadaan dan kuasa Allah. Orang-orang muslim juga membantu yang membutuhkan, tak memandang dia siapa, dari golongan apa, bahkan non-muslim sekalipun.
Saat balik ke Inggris, Tawfiq kembali menjalankan pekerjaannya mengajar agama. Salah satu mata pelajaran wajib di sistem pendidikan Inggris adalah studi agama.
Jadi setiap hari, Tawfiq membaca tentang berbagai agama-agama agar bisa mengajar kepada murid-muridnya yang kebanyakan pengungsi muslim Arab. Dengan kata lain, dengan mengajar tentang Islam ia juga mengajarkan dirinya banyak hal.
Tawfiq bisa melihat betapa murid-muridnya itu bisa menjadi contoh muslim yang baik. Mereka sopan dan ramah hingga terbangun pertemanan antara Tawfiq dengan murid-muridnya itu. Mereka bertanya apakah bisa menggunakan ruang kelas Tawfiq untuk salat selama bulan Ramadan.
" Kebetulan kelas saya satu-satunya yang dilapisi karpet. Jadi saya terbiasa duduk sambil memperhatikan mereka salat. Saya bahkan sesekali ikut puasa Ramadan bersama mereka meski saya bukan muslim."
Hidayah itu datang ketika ia membacakan terjemahan Surat Al-Maidah ayat 83, tidak terasa mata Tawfiq berkaca-kaca meski itu disembunyikan dari murid-muridnya.
Tawfiq lalu pergi ke masjid terbesar di London untuk mencari penjelasan soal agama ini. Saat itu dia bertemu dengan Yusuf Islam, mantan penyanyi terkenal Inggris. Tawfiq kemudian bertanya kepadanya tentang apa yang dilakukan untuk menjadi muslim.
Yusuf Islam menjawab bahwa muslim harus percaya pada satu Tuhan, salat lima kali sehari dan puasa di bulan Ramadan.
Tawfiq menyela bahwa dia sudah meyakini itu semua, bahkan pernah ikut puasa. Kemudian Yusuf Islam bertanya, " Apa yang Anda tunggu? Apa yang membuat Anda menunda-nunda?" Tawfiq menjawab, " Tidak, saya tidak bermaksud menjadi mualaf."
Saat itu suara azan bergema dan semua orang bersiap salat, kecuali Tawfiq. Dia duduk di bagian belakang sambil memperhatikan mereka salat. Tak disangka, tiba-tiba Tawfiq menangis dan menangis. Dia berkata dalam hatinya bahwa dia telah menipu dirinya sendiri.
Setelah mereka selesai salat, Tawfiq mendekati Yusuf Islam dan meminta untuk menuntunnya mengucapkan kalimat syahadat. Tawfiq minta Yusuf Islam menerangkan arti kalimat syahadat dalam bahasa Inggris.
" Kemudian saya menirukan Yusuf Islam mengucap syahadat dalam bahasa Arab," kenang Tawfiq sambil menahan air matanya.
Untuk mendedikasikan hidupnya sebagai muslim, Tawfiq yang kini tinggal di Mesir telah menulis buku Gardens of Delight: A Simple Introduction to Islam.
" Saya memutuskan menulis buku ini untuk menjelaskan kepada non-Muslim tentang prinsip-prinsip dasar Islam. Saya mencoba untuk memberitahu orang bagaimana Islam yang indah dan bahwa Islam adalah harta yang paling luar biasa. Islam mengajarkan pemeluknya untuk mencintai sesama," ujarnya.
(Ism, Sumber: OnIslam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya