Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi
Dream - Ini adalah kisah Ali Mohamed Mori, seorang muslim yang berasal dari zaman kala Jepang baru dijatuhi bom atom oleh tentara sekutu.
Sekitar 18 tahun yang lalu, Mori berada di Manchuria. Wilayah yang masih dikuasai Jepang. Di wilayah yang sebagian adalah padang pasir di dekat Pieching itulah, Mori tiba untuk pertama kalinya dan bertemu sekelompok muslim.
Mereka menjalani kehidupan yang saleh dan Mori sangat terkesan dengan cara hidup mereka. Terutama sikap mereka terhadap kehidupan. Kesan ini menjadi lebih dalam ketika Mori menuju ke pedalaman Manchuria.
Setelah kembali ke Jepang pada musim panas 1946, Mori menemukan negara itu telah mengalami perubahan signifikan. Sebagai negara yang kalah perang, situasi di Jepang telah berubah sama sekali, termasuk dalam bidang sosial dan agama masyarakatnya.
Sampai akhirnya ia bertemu tiga orang muslim yang mengunjungi Tokushima. Mereka datang dari Pakistan dan dari mereka Mori belajar banyak tentang Islam. Mereka membantu Mori dalam mempelajari Islam secara mendalam hingga akhirnya dia memeluk Islam.
Menurut pendapat Mori, Islam dan bukan yang lain, pasti bisa menawarkan solusi bagi masyarakat Jepang saat itu. Terutama, Mori sangat mengagumi sikap persaudaraan dalam Islam.
Semua muslim adalah saudara bagi satu sama lain dan Allah telah memerintahkan bahwa mereka harus hidup dalam damai dan harmoni satu sama lain. Mori percaya itu adalah jenis 'Persaudaraan' yang begitu penting dan paling dibutuhkan dunia saat ini.
Mori sangat berharap bahwa suatu hari persaudaraan dalam Islam akan menanamkan semangat baru di kalangan umat Islam dari setiap penjuru dunia.
(Ism, Sumber: Onislam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya