Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alena Katkova
Dream - Ini kisah mualaf asal Rusia. Alena Katkova namanya. Setelah melalui jalan berliku, perempuan yang lahir di Siberia, kawasan paling utara bekas negara Uni Soviet, itu akhirnya mendapat hidayah dan memutuskan masuk Islam.
Kisah itu bermula saat Katkova pindah ke Selandia Baru pada 2008. Di sana, dia menimba ilmu di The Auckland University of Technology (AUT). Selain itu, dia juga bekerja sebagai operator call center.
Lima tahun silam, kala pertama kali tiba di Selandia Baru, tak satu pun agama yang dia yakini. Ateis. Mungkin itu istilah tepat untuk menyebut Katkova, yang memang tak beragama.
Setelah beberapa waktu, segalanya berbeda. Perpindahan dari belahan bumi utara ke selatan rupanya berimbas pada hati Katkova. Apalagi, setelah bertemu dengan mahasiswa Muslim di negara yang sangat heterogen dengan berbagai latar itu.
" Ketika saya mulai belajar di AUT, saya bertemu banyak mahasiswa Muslim, dan saya penasaran dan mulai bertanya. Itulah cerita bagaimana saya masuk Islam," kata Katkova dikutip Dream dari Revert2Islamtoday, Kamis 4 September 2014.
Sejak menjadi mualaf, kehidupan perempuan yang kini berusia 29 tahun itu berubah. Dia mengaku, sejak masuk Islam dirinya menjadi lebih bijak secara personal. " Sebelum masuk Islam, saya biasa pergi pesta dan clubbing, tapi semuanya telah berhenti," tutur dia.
Tak sekedar masuk Islam, Katkova juga mengenakan hijab untuk menutup aurat sebagaimana diajarkan agama barunya itu. Sejak berkerudung itu, dia merasa diperlakukan lebih sopan oleh orang-orang di sekelilingnya. " Saya pikir saya sekarang lebih dihormati."
Katkova merasa benar-benar nyaman dengan hijab di kepalanya. Sekarang, dia mulai berpikir untuk berganti pekerjaan, sebab dia merasa operator call center bukan bidang yang tepat baginya. " Saya selalu berpikir mereka akan menerima saya sebagai seorang guru."
Katkova juga menjalankan ajaran Islam dengan taat. Kini dia tak lagi hidup hura-hura. Bergaul bebas dengan bermacam laki-laki. " Islam tidak mengajarkan berpelukan atau berciuman dengan orang yang bukan muhrim, sehingga saya tidak melakukan itu," ujar dia.
Oleh sebab itu, saat bertemu pria lain, sekarang Katkova hanya mengucapkan salam saja. " Tapi dengan senyuman mereka paham dan Selandia Baru merupakan negara yang sangat mudah menerima."
Tapi, bukan berarti hijrah yang dilakukan Kotkova tidak punya tantangan. Penolakan bahkan datang dari keluarganya sendiri. " Dan bahkan adik perempuan saya tidak dapat memahami atau menerima kenyataan bahwa saya sekarang seorang Muslimah," tutur dia.
Kondisi itu bisa dimaklumi oleh Kotkova. Sebab, di negara asalnya, tak semua orang mendapat informasi yang benar tentang Islam. " Di Rusia, masyarakat masih berpikir Muslim sebagai teroris sebab apa yang mereka lihat dan dengar di media," kata Katkova.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya