Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sonia Meninggal Karena Kelaparan Dan Demam Tinggi Di Tengah Lockdown India (Foto:India Today)
Dream – Pandemi Corona Covid-19 menimbulkan banyak permasalahan yang menyebabkan warga dunia terhimpit dan tertekan. Salah satunya adalah kisah yang dialami oleh keluarga asal Agra, India.
Sejak India menetapkan lockdown, masyarakat harus kehilangan pekerjaan dan tak mampu menopang kebutuhan hidupnya. Akibatnya terjadi kelaparan dan permintaan bahan makanan yang meningkat.
Sonia, gadis cilik berusia 5 tahun baru-baru ini dilaporkan meninggal dunia, karena kelaparan di tengah lockdown wilayah. Sebelumnya, Sonia sempat mengalami diare dan demam.
Kematian gadis cilik yang berasal dari desa Nagla Vidhichand, blok Barauli Aheer, Agra, India tersebut membuat banyak pihak bersimpatik.
Namun saat dikonfirmasi ke pemerintahan Agra, mereka menyebut Sonia meninggal karena diare dan demam, bukan kelaparan. Pemerintah bahkan telah menyediakan hampir 100 kilogram bahan makanan untuk keluarga Sonia.

Kehidupan keluarga Sonia memang dikatakan cukup sulit sejak pemerintah India menetapkan lockdown di negara tersebut.
Sheela Devi, sang ibu hanyalah pekerja upahan harian, sementara ayah Sonia tidak mampu bekerja karena penyakit pernafasan yang dideritanya.
Sheela menyebut, selama lockdown berlaku, ia tidak bekerja selama satu bulan dan tidak memiliki makanan sedikitpun. Melihat kondisi itu, beberapa tetangga sempat memberi bantuan. Namun setelah itu, mereka masih kesulitan untuk makan hingga membuat Sonia jatuh sakit dan demam.
Karena tak mampu membeli makan dan obat-obatan, Sonia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 21 Agustus 2020 lalu.
Kondisi keluarga Sonia makin memprihatinkan karena mereka tidak memiliki kartu jaminan yang diberikan oleh pemerintah.
Listrik di rumahnya bahkan terpaksa diputus setelah tak bisa membayar tagihan sejumlah 7.000 rupe.
Setelah kabar kematian Sonia ramai diperbincangkan, kini keluarganya sudah mendapat kartu jaminan dan persediaan makanan hampir 100 kilogram dari pemerintah.
Sumber India Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya