Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Pemakaman Pasien Covid-19 (Foto: Shutterstock.com)
Dream – Perbedaan bukanlah halangan untuk saling tolong-menolong antar sesama. Begitu mungkin istilah yang menggambarkan sikap enam pria Muslim asal India ini. Mereka dengan ikhlas membantu proses kremasi pria Hindu yang meninggal karena Covid-19 setelah keluarganya sendiri menolak jenazahnya.
Menurut laman India Today, pria berusia 65 tahun itu dikabarkan meninggal dunia pada 24 Agustus 2020 lalu akibat Covid-19. Keluarganya menolak untuk melakukan kremasi karena khawatir akan tertular Covid-19.
Sejak pandemi menyebar di India, banyak dijumpai keluarga yang enggan mengakui anggotanya yang meninggal akibat Covid-19. Pihak kepolisian bahkan sudah berusaha membujuk keluarga, namun hasilnya nihil.
Melihat kondisi jenazah pria Hindu tersebut, keenam pria bernama Abdul Rabh, Munir, Ishaq, Nasir Ali, Shoaib, dan Imran, tersebut langsung menawarkan diri dan membantu proses kremasi.
Mereka dengan cekatan langsung bergerak tanpa berpikir mengenai perbedaan agama yang mereka yakini.
Di India, proses kremasi merupakan sebuah tradisi yang masih melekat bagi sebagian pemeluk agama Hindu disana. Masyarakat hindu yang meninggal akan dilakukan proses upacara kematian dan dilanjut dengan kremasi.
“ India dikenal dengan tradisi Ganga-Jamuni tehzeeb (kremasi orang yang meninggal dunia). Ketika kami mengetahui hal ini, kami memutuskan untuk mengadakan kremasi orang tua itu, ”ucap Abdul Rabh kepada India Today.
Keenam pria itu bahkan menyewa sebuah ambulans dan melakukan upacara terakhir dengan tetap mengikuti protokol Covid-19.
Sumber India Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam