Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

KJRI Mumbai Ungkap Kondisi Terkini Tsunami Covid-19 di India

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 19 Mei 2021 16:56
KJRI Mumbai Ungkap Kondisi Terkini Tsunami Covid-19 di India
Agus menceritakan bahwa saat ini tsunami Covid-19 perlahan mulai mereda di India.

Dream - Konsul Jenderal RI Mumbai Agus Prihatin Saptono mengungkapkan kondisi terkini kasus Covid-19 di India. Seperti yang diketahui, India mengalami lonjakan kasus tinggi dan melaporkan ratusan ribu kasus positif perharinya.

Agus menceritakan bahwa saat ini tsunami Covid-19 perlahan mulai mereda di India, jumlah kesembuhan sudah mencapai 400 ribu jiwa per hari.

" Itu 400.000 kasus Covid-19 puncaknya, bahkan 412.000. Tetapi per hari ini, itu (kasus Covid-19) sudah melandai. Jadi kalau perlu saya sampaikan dalam seminggu terakhir ini di seluruh wilayah India sudah mulai menurun," kata Agus dalam dialog Waspada Covid-19 di Indonesia - Bercermin dari India, Rusia, dan Singapura, Rabu 19 Mei 2021.

1 dari 6 halaman

Lebih lanjut ia mengatakan, Kementerian Kesehatan India mengumumkan bahwa angka kesembuhan dalam enam hari terakhir melebihi penambahan kasus positif Covid-19 harian, angka positivity rate juga terus menurun menjadi 13,31 persen.

" Memang di sini yang selama ini tercermin yang terkena Covid, betul angka kasusnya tinggi, tetapi per hari ini sudah melandai. Dalam satu minggu terakhir ini diseluruh wilayah India sudah mulai menurun," kata dia.

Dalam pernyataannya Agus juga mengakui bahwa pemerintah India awalnya memang tidak mau menerapkan lockdown skala nasional, melainkan negara-negara bagian yang mengeluarkan kebijakan tersebut. Namun tahun ini, pemerintah akan menerpakn lockdown mirip pemerintah negara bagian Mumbai.

“ Mereka tidak sesiap seperti Mumbai. Maka dari itu, pemerintah mengimbau untuk memberlakukan model Mumbai di seluruh negara bagian,” tuturnya.

2 dari 6 halaman

Mumbai menanggulangi para pasien yang mengantre di rumah sakit dengan mempertahankan enam tempat isolasi besar untuk menampung lonjakan pasien Covid-19.

" Mereka membangun oksigen plan, kapasitas 30.000 kilo per rumah sakit, membangun command center untuk refill oksigen setiap terpakai 20 persen," jelasnya.

Setelah tsunami Covid-19 terjadi, pembatasan mulai dilakukan dengan menutup semua kegiatan masyarakat kecuali kegiatan esensial saja.

" Jadi swab PCR test 200.000 per hari dan penyegelan rumah begitu ada 5 orang yang kena Covid-19 dan dijaga ketat," tutup Agus.

 

 

3 dari 6 halaman

Studi: Vaksin Pfizer dan Moderna Ampuh Tangkal Virus Corona di India

Dream - Virus Covid-19 di India membuat panik banyak pihak karena merupakan mutasi baru dan membuat kasusnya bertambah secara signifikan. Kondisi tersebut bahkan sampai disebut 'tsunami' Covid-19.

Terkait penangkalan virus mutasi baru di India, menurut penelitian baru yang dilakukan ilmuwan Amerika Serikat, vaksin Covid Pfizer dan Moderna ampuh melawan dua varian virus corona yang pertama kali teridentifikasi di India.

Penelitian berbasis lab yang dilakukan di NYU Grossman School of Medicine dan NYU Langone Center dan dipertimbangkan sebagai penelitian awal karena belum dipublikasikan di jurnal peer-reviewed.

“ Apa yang kami temukan adalah bahwa antibodi vaksin sedikit lebih lemah melawan varian tersebut, tapi tidak cukup sehingga kami pikir itu akan banyak berpengaruh pada kemampuan perlindungan vaksin,” jelas penulis senior Nathaniel " Ned" Landau  Senin, 17 Mei 2021.

4 dari 6 halaman

Cara Kerja

Para peneliti pertama kali mengambil darah dari orang yang divaksinasi dari dengan salah satu dari dua vaksin, yang dominan digunakan di AS dan diberikan kepada lebih dari 150 juta orang Amerika.

Mereka kemudian memaparkan sampel ini di laboratorium ke partikel pseudovirus yang direkayasa yang mengandung mutasi di wilayah " spike" virus corona, yang khusus untuk varian B.1.617 atau B.1.618, yang pertama kali ditemukan di India.

Akhirnya, campuran itu diekspos ke sel yang tumbuh di laboratorium, untuk melihat berapa banyak yang akan terinfeksi.

Partikel pseudovirus yang direkayasa mengandung enzim yang disebut luciferase, yang digunakan kunang-kunang untuk menerangi. Menambahkannya ke pseudovirus memungkinkan untuk mengetahui berapa banyak sel yang terinfeksi, berdasarkan pengukuran cahaya.

5 dari 6 halaman

Masih Diperlukan Penelitian Lebih lanjut

Secara keseluruhan, untuk B.1.617 mereka menemukan pengurangan hampir empat kali lipat dalam jumlah antibodi penetral - protein berbentuk Y yang diciptakan sistem kekebalan untuk menghentikan patogen menyerang sel. Untuk B.1.618, pengurangannya sekitar tiga kali lipat.

“ Dalam kata lain, beberapa antibodi saat ini tidak ampuh melawan varian-varian tersebut, tapi Anda masih punya banyak antibodi yang ampuh melawan varian tersebut,” ujar Landau

" Ada cukup banyak yang berhasil sehingga kami percaya bahwa vaksin akan sangat protektif," tambahnya.

Tetapi penyelidikan laboratorium semacam ini tidak dapat memprediksi kemanjurannya di dunia nyata dan itu harus diselidiki melalui penelitian lain.

6 dari 6 halaman

Cara Kerja Varian India

Virus corona diketahui menempel pada reseptor tertentu pada sel manusia yang disebut ACE2, yang digunakannya untuk memaksa masuk.

Tim Landau menunjukkan varian India mampu mengikat lebih erat ke reseptor ini, seperti varian lain yang menjadi perhatian. Ini mungkin terkait dengan peningkatan kemampuan penularannya dibandingkan dengan varian aslinya.

“ Hasil kami memberikan keyakinan bahwa vaksin saat ini akan memberikan perlindungan terhadap varian yang diidentifikasi hingga saat ini,” tim menyimpulkan.

Namun, hal ini tidak menghalangi kemungkinan munculnya varian baru yang lebih resisten terhadap vaksin - menyoroti pentingnya vaksinasi yang meluas di tingkat global. (mut)

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar