6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Menag Lukman Bertemu Dubes Khusus Kebebasan Beragama Kerajaan Denmark, Michael Shur (Kemenag.go.id)
Dream - Indonesia bekerja sama dengan Denmark untuk membangun peradaban yang lebih baik berdasarkan ajaran agama. Kerja sama ini dinilai penting untuk menjamin kebebasan beragama.
Kerja sama ini ditandai dengan kunjungan Duta Besar Perwakilan Khusus untuk Kebebasan Beragama dan Kepercayaan Kerajaan Denmark, H.E. Michael Shur ke Kantor Kementerian Agama.
Sur bertemu Menteri Agama, Lukman hakim Saifuddin. Turut hadir dalam pertemuan itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E. Rasmus Abildgaard Kristensen
" Saya merasa senang dan bersyukur bisa menerima kehadiran yang mulia bersama Duta Besar. Ini merupakan kehormatan tersendiri bagi kami bisa dikunjungi," ujar Lukman melalui keterangan tertulis diterima Dream, Kamis 21 Maret 2019.
Lukman mengatakan, kerja sama ini sangat penting guna meningkatkan peradaban yang lebih baik. Setiap manusia dapat memiliki kebebasan dalam memeluk suatu agama.
" Semua kita wajib menjaga, memelihara, dan mengembangkan kebebasan beragama dan berkeyakinan," ucap dia.
Dalam kesempatan ini, Michael meminta saran kepada Lukman mengenai cara untuk menjamin kebebasan beragama masyarakat.
" Menurut saya yang paling penting saat ini kita bisa mengembalikan esensi agama pada posisi dan fungsi sebenarnya," kata Lukman.
Ke depan, kata Lukman, negara tidak hanya menjamin warganya dalam kebebasan beragama. Tapi juga harus mampu menjadikan agama sebagai pedoman hidup.
" Jadi tidak cukup hanya memberi jaminan kebebasan bergama dan berkeyakinan kalau justru atas nama agama dan keyakinan orang hidup saling eksklusif," ucap dia.
" Tentu bukan agama dan keyakinan seperti itu yang akan kita promosikan melainkan agama inklusif yang membangun kebersamaan," tambah Lukman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
