Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Satu orang lagi pasien suspect Middle East Respiratory Syndrome-coronavirus (MERS-CoV) asal Medan, Sumatera Utara, yang menjalani perawatan. Wanita berinisial SHN berusia 50 tahun yang baru pulang ibadah umroh itu masih menjalani perawatan di RS Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan dan dalam kondisi baik.
" Kondisinya bagus, leukosit trombosit bagus tidak turun. Foto thorax juga bagus, tidak ada tanda-tanda pnemonia," Ketua Departemen/Satuan Medik Fungsional Paru RSUP H Adam Malik, Luhur Suroso di Medan.
Saat ini SHN masih dirawat di gedung Rawat Infeksius RSUP H Adam Malik, Medan. Namun, berdasarkan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan, kondisi SHN ini masih baik.
Luhur juga mengingatkan agar rumah sakit di daerah benar-benar memeriksa pasien sebelum merujuknya ke RSUP Adam Malik. " Jangan hanya karena baru pulang umrah, lalu sakit sedikit, dikirim ke sini. Seharusnya diperiksa dulu lebih mendalam," imbaunya.
Di Medan, sudah satu orang pasien suspect MERS meninggal dunia. Ks (54) yang juga baru pulang dari ibadah umroh meninggal di RSUP Adam Malik Medan pada Minggu 4 Mei lalu. Gejala yang dimiliki Ks mirip penderita yang terserang MERS.
Kondisi Ks sudah sangat parah. Dia demam tinggi dan sesak napas. Selain ada infeksi yang cepat pada paru-paru, leukosit dan trombositnya juga sangat rendah.
Ks hanya dirawat beberapa jam di RSUP H Adam Malik sebelum meninggal dunia. " Tapi pasien itu masih suspect belum terkonfirmasi MERS, karena swap (sampel cairan tenggorokan) tidak diambil karena tidak diizinkan keluarga," jelas Luhur. (Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya