50 Jam Menanti Ambulans Indonesia Bergerak ke Suriah

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 10 Agustus 2016 20:02
50 Jam Menanti Ambulans Indonesia Bergerak ke Suriah
Ambulans akan didatangkan dari Jerman dan akan menempuh perjalanan darat menuju Suriah yang memakan waktu sekitar 50 jam.

Dream - Aktivitas di kota terbesar kedua di Suriah, Aleppo lumpuh akibat serangan pemberontak. Banyak warga sipil menjadi korban serangan tersebut, terlebih perempuan dan anak-anak.

Data Syrian Center for Policy Research menyebutkan konflik yang terjadi di negara itu telah menelan korban mencapai 470.000 jiwa. Dari angka itu, sebanyak 70.000 jiwa tewas akibat tidak adanya fasilitas medis.

Obat-obatan tersedia sangat minim, terutama bagi penderita penyakit kronis. Selain itu, warga Suriah mengalami kekurangan bahan pangan dan air bersih serta sanitasi yang buruk.

Sebanyak 1,9 juta korban mengalami luka, cacat serta lumpuh akibat serangan yang terjadi. Sementara 12 juta orang terusir dari rumah dan 500.000 orang terkepung tanpa makanan, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Menghadapi kenyatakan ini, Majelis Ta'lim Telkomsel (MTT) tergerak untuk membantu meringankan beban warga Suriah. Bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap, mereka mengirim bantuan berupa ambulans, yang diserahkan secara simbolis di Masjid Tarqiyah Taqwa Terkomsel, Gedung Telkomsel Smart Office Lantai 9, Jalan Gatot Subroto Kav 52 Jakarta Selatan.

" Kami konsisten untuk terus peduli terhadap masalah-masalah kemanusiaan baik di dalam maupun luar negeri, termasuk tragedi kemanusiaan yang menimpa saudara-saudara kita di Suriah, Di samping kami telah memberikan bantuan dalam bentuk lain seperti makanan dan obat-obatan, kali ini MTT memberikan bantuan 1 unit ambulans yang sangat dibutuhkan," ujar Ketua Umum MTT M Fathony Yasin melalui keterangan tertulis, Rabu, 10 Agustus 2016.

MTT menyerahkan uang sebesar Rp300 juta kepada ACT yang akan digunakan untuk membeli satu unit ambulans. Dana tersebut dihimpun dari donasi karyawan Telkomsel selama bulan Ramadan.

Mobil tersebut akan didatangkan dari Heilbron, Jerman dan akan menempuh perjalanan darat selama 30 jam menuju pintu perbatasan Edirne, Bulgaria. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju pintu perbatasan Turki-Suriah di Reyhanli, Hatay dengan waktu tempuh 20 jam dan langsung beroperasi setelah tiba di Suriah.

" Tak hanya itu saja, MTT pun sebelumnya telah menyalurkan Rp170 juta untuk pengadaan dua shelter pengungsian dan 100 paket pangan untuk pengungsi Suriah," ucap Fathony.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya