7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Beberapa negara di dunia yang sudah melonggarkan kebijakan lockdown mulai kembali menghadapi masalah wabah Covid-19. Setelah China, kasus munculnya pasien positif baru usai pemberlakuan pelonggaran karantina muncul di Korea Selatan (Korsel).
Negeri Ginseng ini sebelumnya telah berhasil meredam penyebaran virus Corona Covid-19 sekitar sebulan lalu. Kala itu, kasus pasien positif Covid-19 dalam satu hari berada di bawah 50 orang, bahkan pernah nol kasus.
Keberhasilan Korsel bahkan menjadi contoh bagi negara. Selama wabah Corona lalu, pemerintah Korsel memang menggelar tes massal dengan jumlah pemeriksaan mencapai lebih dari 15 ribu orang per hari.
Sejak pemberlakuan pelonggaran di awal bulan ini, pemerintah Korsel kembali membuka aktivitas bisnis dan sekolah. Namun kebijakan tersebut ternyata membuat munculnya kembali kasus pasien positif baru.
Kasus baru pasien positif Covid-19 dilaporkan terjadi di sebuah klub malam Itaewon, Taman Kanak-Kanak, dan kini terdeteksi di pusat logistik di kota Bucheon.
Dilaporkan kantor berita Yonhap, Kamis 28 Mei 2020, terdapat 82 kasus yang sudah dilacak dari fasilitas logistik Coupang di Bucheon. Alhasil, 4.159 orang terkait fasilitas itu harus ikut tes corona. Sejauh ini 2.854 orang hasilnya negatif.
" Sepertinya tindakan preventif melawan epidemi, seperti memakai masker atau libur ketika sakit, tidak dilaksanakan dengan patuh oleh pegawai-pegawai di fasilitas itu," ujar Menteri Kesehatan Park Neung-hoo.
Per 28 Mei, kasus harian di Korsel menyentuh 79, tertinggi dalam 53 hari. Sebelum klaster Coupang, ada lagi kasus di Seoul ketika seorang guru menularkan Virus Corona ke anak 6 tahun. Puluhan murid dan orang tua akhirnya harus dites.
Hotspot COVID-19 tertinggi di Seoul adalah klaster klub Itaewon dengan total 131 kasus. Pemerintah Seoul akhirnya menutup seluruh klub malam di kotanya dan harus melacak ribuan pasien.
Berdasarkan data Korea CDC per 28 Mei, Korsel telah melakukan 868.666 tes Virus Corona. Dalam 24 jam, ada tambahan 15.970 tes.
Total kasus di Korsel mencapai 11.344, bertambah 79 kasus dalam 24 jam. Sementara, total sembuh ada 10.340 pasien.
Saat ini, ada 22.370 tes yang sedang dalam proses di Korsel. Total yang dites negatif secara keseluruhan mencapai 834.952.
Kasus di Daegu masih tertinggi, yakni 6.880 kasus. Kasus di Seoul dan Busan masing-masing mencapai 826 dan 145 kasus.
Klaster tertinggi di Seoul adalah klaster klub Itaewon. Tak hanya di Korsel, kasus klub Itaewon juga muncul di Busan, Byeonggi, dan beberapa daerah lain.
(Sah, Liputan6.com)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?