Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ibu Menyusui. (Foto: Shutterstock)
Dream - Dr Thira Woratanarat, profesor kedokteran di Universitas Chulalongkorn, Thailand, menginformasikan di halaman Facebooknya bahwa peneliti Jerman telah menemukan virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, di dalam Air Susu Ibu (ASI).
Menurut Dr Woratanarat, penemuan para peneliti dari Jerman tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal The Lancet bulan ini.
Para peneliti, menurut jurnal itu, menguji dua pasien Covid-19 yang baru melahirkan bayinya. Pengujian dilakukan dengan menggunakan prosedur reaksi berantai transkripsi polimerase terbalik.
Hasilnya, sampel ASI dari Ibu 1 menunjukkan hasil negatif setelah dilakukan pengujian. Sebaliknya, RNA SARS-CoV-2 terdeteksi dalam ASI Ibu 2 pada hari ke 10, 12, dan 13 dia dirawat usai melahirkan.
Para peneliti bahkan menemukan RNA SARS-CoV-2 dalam sampel ASI dari Ibu 2 selama empat hari berturut-turut.
Deteksi viral load (jumlah virus) dalam ASI dari Ibu 2 bertepatan dengan ditemukannya gejala Covid-19 ringan setelah dilakukan tes diagnostik pada bayinya yang baru lahir.
Ibu 2 telah memakai masker bedah sejak munculnya gejala Covid-19. Dia juga mengikuti protokol pencegahan saat merawat atau memberi makan bayinya.
Para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 94.800 hingga 132.000 virus corona baru hidup di setiap 1 sentimeter kubik ASI.
Namun, para peneliti tidak dapat menyimpulkan apakah bayi Ibu 2 itu tertular Covid-19 dari ASI ibunya atau dari sumber lain.
Penelitian sebelumnya tidak menemukan bukti SARS-CoV-2 dalam ASI. Mungkin karena ukuran sampelnya terlalu kecil.
Penelitian lebih lanjut tentang virus dalam ASI wanita menyusui dan kemungkinan penularan virus melalui menyusui masih perlu dilakukan.
Hal ini berguna untuk mengembangkan rekomendasi apakah ibu dengan Covid-19 harus menyusui.
Sementara itu, Dr Woratanarat mengatakan bahwa penelitian ini akan berguna dalam menemukan cara yang tepat untuk merawat mereka yang sedang hamil atau melahirkan bayi di tengah pandemi Covid-19.
Sumber: NationThailand, The Lancet
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya