Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasien Covid-19 (Shutterstock.com)
Dream - Sejak pertama kali virus corona muncul di Wuhan, China, para ahli menyatakan virus tersebut dapat menular kepada sesama manusia. Seingga, WHO dan pemerintah mengimbau masyarakat saling menjaga jarak sebagai upaya penekan penyebaran virus.
Namun, para ilmuan dari Pusat Penyakit Menular Nasional Singapura dan Akademi Kedokteran Singapura mengklaim bahwa penularan virus tak akan terjadi setelah 11 hari meski orang tersebut masih dites positif Covid-19.
Meski begitu, orang yang terinfeksi mampu menularkan virus sekitar dua hari sebelum gejalanya muncul. Tidak hanya itu, para ilmuah tersebut menyatakan bahwa pasien tetap bisa menularkan virus antara 7-10 hari setelah mereka mulai menunjuukkan gejala-gejala penyakit, termasuk di antaranya memiliki suhu tinggi hingga batuk yang terus menerus.
Menurut Daily Mail, hal itu dibuktikan melalui penelitian pada 73 orang penderita virus corona.
Menurut para peneliti, pasien tidak akan menularkan virus corona lagi dalam kurun waktu 11-14 hari.
Klaim tersebut berlaku pula pada pasien dengan sistem pernafasan yang lumayan terganggu karena terinfeksi virus corona.
" Berdasarkan pada akumulasi data sejak dimulainya pandemi Covid-19, periode infeksi pada individu yang bergejala dapat dimulai sekitar dua hari sebelum timbulnya gejala dan bertahan selama sekitar tujuh hingga sepulu hari setelah timbulnya gejala," tulis para peneliti, dikutip dari Daily Mail, Kamis 28 Mei 2020.
Mereka menambahkan, " Replikasi virus aktif turun dengan cepat setelah minggu pertama dan virus yang tidak ditemukan setelah minggu ke dua sakit."
Penelitian ini dibuat oleh ilmuwan Inggris dan Singapura setelah Inggris melaporkan 118 kematian virus corona. Selain itu adanya penurunan sekitar 30% sejak 170 hari lalu, menjadikan total kasus di Inggris sebanyak 36.793.
Angka kematian harian, diungkapkan oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson pada konferensi pers 23 Mei 2020. Penurunan tersebut menjadi kasus penyebaran terendah sejak Inggris menetapkan kebijakan lockdown.
Para ilmuwan berharap penelitian mereka tentang kemampuan penyebaran penyakit virus corona dapat membantu rumah sakit menentukan kapan harus mengirim pasien yang bisa di rawat di rumah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya