Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengungkapkan terdapat sejumlah daerah yang kembali mencatatkan penambahan kasus baru infeksi virus corona. Secara nasional, kasus positif terkonfirmasi hingga Kamis, 28 Mei 2020 pukul 12.00 WIB menjadi 24.538 orang.
" Kita dapatkan kenaikan dari kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 687 orang," ujar Yurianto.
Kasus sembuh, kata Yurianto, juga mengalami penambahan sebanyak 183 orang. Sehingga, angka nasional kasus positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh mencapai 6.240 orang.
Sedangkan angka kematian bertambah 23 orang. Dengan demikian, jumlah seluruhnya menjadi 1.496 orang.
Yurianto menyebutkan Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah peningkatan kasus positif tertinggi. Dalam 24 jam terakhir, didapatkan kasus baru sebanyak 171 kasus.
Posisi selanjutnya ditempati Kalimantan Selatan dengan 116 kasus. Sedangkan DKI Jakarta tercatat mendapatkan 105 kasus baru.
" DKI Jakarta ini didominasi oleh saudara-saudara kita yang baru kembali dari bekerja di luar negeri dan kita harus melakukan screening terhadap mereka," kata Yurianto.
Menurut Yurianto, sejauh ini terdapat beberapa provinsi yang tercatat tidak menemukan kasus baru positif Covid-19.
" Provinsi yang tidak ada kenaikan sama sekali atau tidak ada penambahan sama sekali atau tidak ada kasus baru sama sekali yang kita dapatkan adalah Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Jambi, Kalimantan Utara, Lampung, Riau, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur," ucap dia.
Sementara provinsi yang mencatakan penambahan hanya satu kasus baru yaitu Aceh, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.
Yurianto menyoroti tren penambahan kasus harian di setiap provinsi. Menurut dia, tambahan kasus harian terbanyak justru terjadi di Kalimantan Selatan.
" Karena kemarin (27 Mei 2020) 73 (kasus positif baru), sekarang menjadi 116 (kasus baru)," ucap dia.
Sedangkan pada Jawa Timur justru terjadi penurunan. Ini terlihat dari jumlah peningkatan kasus harian hari ini yang lebih rendah daripada kemarin.
" Kalau kita lihat Jawa Timur memang saat ini paling tinggi. Tetapi sebenarnya kemarin 199 sekarang menjadi 171, artinya ada penurunan dibanding dengan kemarin," ucap dia.
Lebih lanjut, Yurianto menjelaskan gambaran grafik di setiap daerah berbeda satu sama lain. Ada daerah yang grafiknya mulai menurun, ada yang melandai namun ada juga yang naik.
" Kita memaklumi kondisi ini karena memang dinamika sosial di provinsi satu dengan yang lain tidak sama," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya