Persiapan New Normal, Menag: Rumah Ibadah Dibuka Secara Bertahap

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 28 Mei 2020 10:00
Persiapan New Normal, Menag: Rumah Ibadah Dibuka Secara Bertahap
Pemerintah menyadari banyak masyarakat yang rindu beribadah di rumah ibadah.

Dream - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan rumah ibadah akan dibuka secara bertahap Ini menyusul rencana pemerintah menerapkan new normal di masa pandemi Covid-19.

" Kami membuat konsep umum adalah secara bertahap kegiatan ibadah di rumah ibadah dibuka kembali dengan tetap mentaati prosedur standar tatanan baru new normal yang telah dinyatakan oleh Bapak Presiden pada tanggal 15 Mei 2020 yang lalu," kata Fachrul, dikutip dari Liputan6.com.

Dia mengatakan ada sejumlah pertimbangan hingga akhirnya rumah ibadah dibuka kembali. Salah satunya, pemerintah menyadari banyak masyarakat yang rindu beribadah di rumah ibadah secara berjemaah.

" Kita tahu sholat jamaah itu kan pahalanya lebih tinggi daripada sholat perorangan, mudah-mudahan dengan ini kita bisa meningkatkan ibadah kita lagi," ucap Fachrul.

Selain itu, dia menilai pembukaan kembali rumah ibadah ini dapat memberikan ketenangan batin untuk masyarakat. Kemudian, memberikan apresiasi kepada daerah yang telah berhasil menekan angka penularan Covid-19.

" Jadi yang sudah bisa berhasil memang kita kasih reward," ujarnya.

 

1 dari 5 halaman

Pembukaan Direkomendasikan Camat

Fachrul menegaskan hanya rumah ibadah yang relatif aman dari virus corona saja yang dapat dibuka kembali. Hal itu dibuktikan dengan adanya rekomendasi dari camat setempat.

" Kenapa kami katakan untuk di camat yang bisa rekomendasi? Karena kalau bupati atau gubernur terlalu jauh di atas. Sehingga kadang-kadang mungkin ada tempat-tempat yang memang sebetulnya aman sama sekali tapi oleh mereka mungkin bisa digeneralisasikan seolah-olah belum aman," jelas dia.

" Sehingga kewenangan itu kami sarankan untuk atau kami himabu untuk diambil oleh tingkat kecamatan saja," sambung Fachrul.

 

2 dari 5 halaman

Izin Dapat Dicabut

Menurut dia, izin pembukaan rumah ibadah ini akan direvisi setiap bulannya. Apabila ada peningkatan jumlah penyebaran virus corona di wilayah itu, maka surat izin pembukaan kembali dapat dicabut.

" Kalau ternyata yang setelah dikasih izin ternyata Covid-19 nya meningkat atau penularan meningkat ya akan dicabut. Jadi betul betul kita buat sangat fair sekali sangat sangat fair," tuturnya.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

3 dari 5 halaman

Menag Kaji Buka Lagi Masjid Untuk Ibadah Selama PSBB

Dream - Menteri Agama Fachrul Razi mewacanakan pelonggaran masjid dan tempat ibadah selama berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun demikian, wacana ini masih dalam pembicaraan di internal Kemenag.

" Terkait ada relaksasi di rumah ibadah, tetapi kami belum ajukan, tetapi kami sudah punya ide itu dan sempat saya bicarakan dengan Dirjen," ujar Fachrul, dikutip dari Merdeka.com.

Menurut Fachrul, wacana ini akan diajukan ke Presiden Joko Widodo dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Pengajuan baru dilakukan jika pembahasan di internal dinyatakan sudah selesai.

" Sebagai contoh misalnya kita sepakat masjid boleh sholat jemaah, tetapi jumlahnya tidak boleh terlalu banyak, jarak antar orang lebih jauh daripada seaturannya, jarak antara shaf lebih jauh, misalnya tetap memakai masker," kata dia.

Lebih lanjut, Fachrul menyatakan saat ini kementeriannya belum berani mengumumkan rencana pelonggaran tersebut.

" Mungkin nanti kita coba ajukan dan diskusikan dengan teman-teman yang terkait dengan pengambilan keputusan ini," kata dia.

(Sah/Sumber: Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra)

4 dari 5 halaman

Menag: Tahun Ini Enggak Usah Mudik, Mudharatnya Lebih Banyak

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, mengimbau masyarakat tidak mudik tahun ini. Sebabnya, ada ancaman penularan virus corona yang berbahaya.

" Enggak usah mudik, karena mudik itu, selalu kita garis bawahi, mudharatnya lebih banyak di situasi saat ini," kata Fachrul.

Dia mengajak umat Islam melaksanakan kewajiban Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Begitu pula menjalankan sunah Ramadhan.

" Kita tetap melaksanakan wajin dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan kita, tapi kita di rumah saja," kata dia.

Fachrul mengatakan mudik di tengah darurat pandemi secara tidak langsung dapat menjadi penyebab penyebaran Covid-19. Orang mudik, kata Fachrul, bisa membawa benih virus ke kampung.

" Jika kita mudik, tanpa kita sadari membawa benih-benih virus ke kampung. Di kampung juga kita harus diisolasi, mudharatnya lebih banyak dari manfaatnya," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

"Jangan Siap-siap Pulang ke Kampung"

Presiden Joko Widodo telah melarang aktivitas mudik tidak hanya bagi PNS, TNI-Polri, maupun pegawai BUMN melainkan semua lapisan masyarakat. Fachrul sepakat dengan keputusan itu.

" Kemenag setuju sekali dengan keputusan ini. Penetapan larangan mudik ini ditetapkan pemerintah akan mulai diberlakukan sejak awal Ramadhan," kata dia.

Lebih lanjut, Fachrul menyarankan umat Islam untuk mempersiapkan diri menjalani Ramadhan. Caranya dengan meningkatkan kualitas ibadah.

" Jangan siap-siap pulang ke kampung. Kita siap-siap saja berbuka puasa, makan sahur, tarawih, tadarus, di rumah saja," kata dia.

Sumber: Kemenag

Beri Komentar