Habib Lutfi bin Yahya Diangkat Jadi Penasehat Menag

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 20 Desember 2020 06:00
Habib Lutfi bin Yahya Diangkat Jadi Penasehat Menag
Menag Fachrul Razi sangat membutuhkan masukan dari ulama dalam menjalankan tugas.

Dream - Ulama kenamaan, Habib Luthfi bin Ali bin Yahya, ditunjuk Menteri Agama Fachrul Razi sebagai penasehat. Habib Lutfi akan menjadi sumber masukan bagi Fachrul dalam menjalankan tugas di Kemenag.

" Menag telah meminta dan menjadikan Habib Luthfi sebagai penasihat guna memberi masukan strategis dalam memimpin Kementerian Agama," ujar Staf Khusus Menag, Kevin Haikal, dalam keterangan tertulis diterima Dream.

Kevin menjelaskan Fachrul mengharapkan arahan ulama dalam melaksanakan tugas. Khususnya dalam meningkatkan kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama.

" Habib Luthfi sosok ulama kharismatik yang selalu dan tidak pernah lelah bicara tentang persatuan dan kesatuan di NKRI," tutur Kevin.

Selanjutnya, Kevin mengatakan kehadiran Habib Luthfi diharapkan dapat memberikan nasihat kepada Fachrul. " Dalam upaya mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama di Indonesia," ucap dia.

Habib Luthfi adalah Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN). Habib Luthfi saat ini juga mendapat amanah dari Presiden Joko Widodo sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

1 dari 3 halaman

Kemenag Ancam Cabut Izin Lembaga Amil Zakat yang Salahgunakan Wewenang

Dream - Kementerian Agama segera menggelar evaluasi izin Lembaga Amil Zakat. Tindakan tegas akan dijalankan kepada LAZ yang terbukti menyalahgunakan wewenang dalam pengumpulan dan penyaluran dana zakat.

" Kita akan mengavaluasi Lembaga Amil Zakat yang diduga menyalahgunakan kewenangannya," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, melalui keterangan tertulis.

Evaluasi dilakukan menyusul temuan polisi mengenai adanya kotak amal yang dananya diselewengkan untuk membiayai organisasi teroris Jamaah Islamiyah dan jaringannya. Modus yang dijalankan, dana pada kotak amal digunakan lebih dulu oleh JI.

Setelah dipakai, dana yang terkumpul baru dilaporkan ke Badan Amil Zakat Nasional. Tujuan pelaporan yaitu agar aktivitas pengumpulan dana tetap dianggap legal.

" Kemenag dan Baznas pusat sedang telusuri informasi tersebut. Jika terbukti, tentu ada sanksi. Bisa sampai pencabutan izin," ucap Kamaruddin.

2 dari 3 halaman

Sarankan Salurkan Amal ke Lembaga Profesional

Kamaruddin menyarankan masyarakat selektif dan menyalurkan dananya kepada Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Laziswaf) yang terpercaya. Masyarakat tidak perlu khawatir karena Laziswaf yang profesional jumlahnyat tidak sedikit.

" Kami imbau masyarakat bisa menyalurkan amal sosialnya melalui laziswaf yang terpercaya, kredibel, dan profesional," ucap Kamaruddin.

Dia melanjutkan potensi penerimaan zakat nasional mencapai Rp230 triliun. Sementara realisasinya baru 3,5 persen atau sekitar Rp8 triliun.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M Fuad Nasar, menjelaskan Baznas sudah dibentuk di pusat dan 34 provinsi. Jugaada di 463 kabupaten dan kota.

 

3 dari 3 halaman

Banyak Pilihan

Sementara, ada 81 Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang sudah mendapat izin legalitas dari Kementerian Agama. Untuk pembinaan dan pengawasan, Kemenag rutin menggelar audit kepatuhan syariah dan akreditasi pengelola zakat.

Selain itu, terdapat pula 247 Lembaga Nazhir Wakaf Uang di bawah koordinasi Badan Wakaf Indonesia (BWI). Rinciannya, 160 lembaga berbentuk Koperasi Syariah & Baitul Mal wa Tamwil (BMT), 46 berbentuk Yayasan, 27 lembaga memiliki induk pada Lembaga Amil Zakat (LAZ), tujuh lembaga berbasis organisasi masyarakat dan komunitas, dan tujuh lembaga berbentuk Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi dan Kampus.

" Jadi ada banyak pilihan masyarakat untuk bisa menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakafnya melalui lembaga yang kredibel," ucap Fuad.

Beri Komentar