MUI Bolehkan Sholat Jumat di Daerah Covid-19 yang Sudah Terkendali

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 28 Mei 2020 18:00
MUI Bolehkan Sholat Jumat di Daerah Covid-19 yang Sudah Terkendali
Fatwa MUI menyatakan umat Islam boleh kembali beraktivitas ibadah jika berada di daerah yang kasus Covid-19 dinyatakan telah terkendali.

Dream - Majelis Ulama Indonesia membolehkan umat Islam kembali melaksanakan sholat Jumat di daerah dengan kasus Covid-19 yang sudah terkendali. Hal ini menyusul pemberlakuan kebijakan New Normal pemerintah di beberapa daerah.

" Dengan kondisi ini, berarti sudah tidak ada lagi uzur syar'i yang menggugurkan kewajiban Jumat," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni'am Sholeh, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 28 Mei 2020.

" Dan karenanya, berdasarkan kondisi faktual yang dijelaskan ahli yang kompeten dan kredibel, umat Islam yang berada di kawasan yang sudah terkendali wajib melaksanakan sholat Jumat. Pemerintah wajib menjamin pelaksanaannya," tambah dia.

Dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020, tambah Asrorun Ni'am, dimuat ketentuan mengenai sholat Jumat di daerah dengan kasus Covid-19 sudah terkendali. Di daerah tersebut, umat Islam boleh melaksanakan aktivitas ibadah yang melibatkan banyak orang seperti sholat wajib lima waktu berjemaah, Sholat Jumat, maupun yang lainnya.

" Pemerintah wajib memfasilitasi pelaksanaan ibadah umat Islam di kawasan yang sudah terkendali, yang ditandai adanya pelonggaran aktivitas sosial yang berdampak kerumunan melalui relaksasi," kata dia.

1 dari 5 halaman

Tiga Kondisi Bisa Diadaptasi di Daerah New Normal

Asrorun Ni'am mengingatkan umat Islam agar tetap menjaga kesehatan serta menerapkan perilaku hidup bersih. Membawa sajadah sendiri ketika sholat di masjid serta tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Terkait new normal, Asrorun menyebut ada kondisi yang tertuang dalam fatwa MUI yang bisa diadaptasi. Sehingga, umat Islam bisa melaksanakan sholat Jumat di daerah yang menerapkan new normal.

" Setidaknya ada tiga kondisi dalam adaptasi terhadap situasi baru ini. Pertama, melakukan dengan new normal secara permanen seperti PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), zakat berbasis daring, sedekah. Ada yang masih dalam kondisi kesementaraan, seperti jaga jarak saat ibadah. Ada yang balik ke lama seperti tata cara pelaksanaan kewajiban ibadah mahdlah," kata dia.

2 dari 5 halaman

Daftar Daerah New Normal, Umat Islam Bisa Sholat Jumat

Pemerintah sendiri telah menyatakan empat provinsi dan 25 kabupaten dan kota menerapkan new normal.

Provinsi:

  1. DKI Jakarta,
  2. Sumatera Barat,
  3. Jawa Barat, dan
  4. Gorontalo.

Kabupaten/kota:

  1. Kota Pekanbaru,
  2. Kota Dumai,
  3. Kabupaten Kampar,
  4. Kabupaten Pelalawan,
  5. Kabupaten Siak,
  6. Kabupaten Bengkalis,
  7. Kota Palembang,
  8. Kota Prabumulih,
  9. Kota Tangerang,
  10. Kota Tangerang Selatan,
  11. Kabupaten Tangerang,
  12. Kota Tegal,
  13. Kota Surabaya,
  14. Kota Malang,
  15. Kota Batu,
  16. Kabupaten Sidoarjo,
  17. Kabupaten Gresik,
  18. Kabupaten Malang,
  19. Kota Palangkaraya,
  20. Kota Tarakan,
  21. Kota Banjarmasin,
  22. Kota Banjar Baru,
  23. Kabupaten Banjar,
  24. Kabupaten Barito Kuala, dan
  25. Kabupaten Buol.

3 dari 5 halaman

Tahap Awal New Normal, Masjid Dibuka Hanya Untuk Sholat

Dream - Pemerintah akan membuka rumah ibadah seiring dengan penerapan new normal pandemi virus corona. Meski demikian, pembukaan dijalankan secara bertahap.

" Tahap pertama kami sepakat itu hanya untuk ibadah sholat saja dan usahakan sesingkat mungkin," ujar Menteri Agama Fachrul Razi, dikutip dari Liputan6.com.

Sementara untuk kegiatan edukasi seperti ceramah dan kuliah tujuh menit (kultum) di masjid melihat kondisi di lapangan. Jika keadaan membaik, Fachrul mengatakan terdapat potensi ceramah dan kultum diizinkan oleh camat.

" Masalah edukasi, katakanlah ceramah kultum di rumah ibadah, termasuk penjelasan Covid-19 ada tahapnya," kata Fachrul..

" Kalau keadaan lebih baik, mungkin bisa diizinkan camat untuk ada kultum. Tetapi kembali sesuai situasi," sambung Fachrul.

 

4 dari 5 halaman

Pemberian Izin Pembukaan

Pemberian izin pembukaan rumah ibadah sesuai dengan tingkatan di level daerah. Misalnya, apabila rumah ibadah di desa maka izinnya diberikan oleh camat setempat.

Sedangkan jika masjid atau rumah ibadah lain berada di kecamatan maka izin akan diberikan dari bupati. Begitu pula jika rumah ibadah terletak di kabupaten/kota, harus seizin gubernur.

" Kita harapkan supaya situasi ini dorongan kita menekan angka penularan," ucap Fachrul.

 

5 dari 5 halaman

Izin Dievaluasi Tiap Bulan

Fachrul juga menjelaskan pemberian izin pembukaan rumah ibadah akan dievaluasi setiap bulannya. Apabila ditemukan kasus virus corona meningkat di suatu daerah, maka izin pembukaan rumah ibadah bica dicabut.

" Bisa saja bulan ini diizinkan, bulan depan tidak lagi karena penularan meningkat atau bulan ini enggak dapat izin, bulan depan dapat setelah penularan menurun," jelas dia.

Fachrul menyatakan pihaknya akan menyusun aturan tentang revitalisasi fungsi rumah ibadah saat new normal di tengah pandemi. Nantinya akan diatur juga protokol kesehatan di rumah ibadah.

" Rencana kami dalam minggu ini sudah akan kami terbitkan tentang revitalisasi fungsi rumah ibadah pada tatanan normal baru," tutur Fachrul Razi.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

Beri Komentar