Tangis Haru Jemaah Umroh Pertama di Masa Pandemi

Reporter : Sugiono
Kamis, 15 Oktober 2020 09:02
Tangis Haru Jemaah Umroh Pertama di Masa Pandemi
Dari sekadar iseng, permohonannya ternyata dikabulkan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Dream - Manusia yang beruntung! Itulah kata-kata yang sesuai untuk pemuda ini ketika dia menjadi salah satu jemaah pertama yang menunaikan umroh selama periode new normal.

Seperti diketahui, Kerajaan Arab Saudi telah membuka kembali ibadah umroh bagi mereka yang tinggal di negara itu pada 4 Oktober baru-baru ini.

Pemuda asal Malaysia bernama Ahmad Najhan Hassim itu mengaku, sama sekali tidak menyangka menjadi salah satu jemaah pertama yang menunaikan umroh di era new normal.

1 dari 4 halaman

Umroh Lewat Aplikasi Online

Ahmad Najhan mengaku sudah tiga tahun menetap di Arab Saudi karena bertugas sebagai perawat di Rumah Sakit Khusus King Faisal, Jeddah.

Menurut pria berusia 29 tahun ini, dia pada awalnya sekadar iseng mengisi pemohonan dan memesan slot umroh secara online.

Katanya, semua yang berniat menunaikan ibadah di saat new normal perlu memesan slot secara online melalui aplikasi 'Eatmatrna' yang baru diluncurkan pada 28 September itu.

" Tak sangka yang awalnya coba-coba ternyata ada slot yang kosong. Saya langsung pesan di hari pertama umroh dibuka pada 4 Oktober.

" Prosedur ini untuk yang menetap di Arab Saudi saja. Untuk jemaah internasional, akan dibuka secara bertahap, bergantung dengan keadaan dan status Covid-19 di negara masing-masing. Mereka harus merujuk pada agensi masing-masing," katanya.

2 dari 4 halaman

Kendaraan Tidak Parkir di Dalam Masjidil Haram

Meski sudah beberapa kali menunaikan ibadah umrah. Namun Ahmad Najhan merasakan hal sangat berbeda saat beribadah umrah di era new norma. Terutama dari segi pelaksanaan prosedur operasi standard (SOP) yang ketat.

Suasana di depan Kabah selama new normal.© Twitter Ahmad Najhan Hassim

" SOP sangat dijaga. Kalau dulu boleh langsung masuk ke Masjidil Haram. Tapi kali ini kendaraan pribadi dilarang parkir atau menurunkan penumpang dalam Masjidil Haram.

" Ada dua checkpoint untuk jemaah berkumpul, harus datang sesuai waktu yang telah dipesan secara online. Sampai di checkpoint, jemaah akan dibawa masuk oleh mutawwif secara berkelompok," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Protokol Ibadah Umrah Selama New Normal

Ahmad Najhan mengatakan selama new normal, jemaah umroh hanya boleh berada di dalam Masjidil Haram selama tiga jam. Setelah itu harus keluar dari area masjid.

" Hajar Aswad dan Kabah juga dilarang disentuh atau dicium. Sementara air zam zam diberikan dalam botol kecil, tidak ada lagi counter 'free flow' seperti dulu," ujar pria berasal dari Taman Sri Gombak, Selangor, itu.

Salah satu sudut di depan Kabah selama new normal.© Twitter Ahmad Najhan Hassim

Kendati harus melalui prosedur yang sangat ketat, namun Ahmad Najhan mengakui ibadah umroh pada kali ini tetap meninggalkan kenangan yang amat manis buat dirinya.

" Memang sedikit jemaah yang merasa leluasa beribadah. Tidak bisa lama-lama berdiri di depan Kabah. Tapi bagaimana lagi, harus menyesuaikan dengan kondisi pandemi dan keadaan darurat," kata Ahmad Najhan.

4 dari 4 halaman

Namun Ahmad Najhan tidak menyangka kisahnya umroh di era new normal yang dibagikan di Twitter menjadi viral. Ahmad Najhan terharu dan tersentuh dengan reaksi yang diberikan netizen.

" Saya mendoakan bagi yang pernah maupun yang belum, dapat menjejakkan kaki ke Makkah dan Madinah satu hari nanti.

" Semua rezeki datang dari Allah. Niatkan dalam hati, insyaAllah sampai. Cuma harus yakin dan terus usaha," katanya lagi.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar