INFOGRAFIS: 3 Pilihan Olahraga 'New Normal' Bareng Si Kecil

Reporter : Dwi Ratih
Jumat, 27 November 2020 12:12
INFOGRAFIS: 3 Pilihan Olahraga 'New Normal' Bareng Si Kecil
Biar nggak bosan di rumah terus, bund...

Dream - Walau 'New Normal' sudah diberlakukan, tapi akan lebih baik tetap #dirumahaja demi menghindari paparan virus COVID-19 yang tak pandang bulu.

Usahakan segala aktivitas bisa dilakukan di rumah, termasuk urusan olahraga. Pasti, rasa bosan itu ada. Jangankan orang dewasa, si kecil pun juga merasakannya.

Mengantisipasi hal itu, yuk ajak buah hati olahraga bareng agar kegiatan tak monoton. Jika tidak memiliki halaman rumah yang luas, kamu boleh aja anak-anak berolahraga di sekitaran rumah atau komplek.

Berikut beberapa ide olahraga bareng buah hati!

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Savina Mariska

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 5 halaman

INFOGRAFIS: Bukannya Jadi Imun, Ini Bahaya Konsumsi Vitamin D Berlebihan

Dream - Saat mendengar pandemi Covid-19 muncul di Indonesia, semua masyarakat berupaya melakukan upaya pencegahan. Selain masker, banyak warga makin rutin mengonsumsi berbagai asupan vitamin demi menjaga kekebalan tubuh.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam the Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 82,2 persen dari 216 pasien Covid-19 kekurangan vitamin D. Namun tak lantas kita sembarangan mengonsumsi vitamin D.

National Health Services (NHS) menyatakan mengonsumsi suplemen terlalu banyak dalam waktu singkat dapat menyebabkan hiperkalsemia atau kadar kalsium terlalu banyak pada tubuh.

Untuk menghindari dampak buruk, berikut ada tips mengonsumsi vitamin D.

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Savina Mariska

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Jokowi: Meski Vaksin Datang, Harus Tunggu Tahapan di BPOM

Dream - Presiden Joko Widodo mengatakan, vaksinasi segera diberikan kepada masyarakat Indonesia. Vaksin pesanan Indonesia akan tiba sekitar akhir November atau awal Desember 2020.

" Saya tegaskan kembali, pandemi belum berakhir. Tapi kita segera melangkah melalui vaksinasi, insya Allah vaksinnya akan datang akhir November ini atau awal Desember 2020," ujar Jokowi saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa, disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden.

Namun demikian, kata Jokowi, vaksin tidak bisa langsung disuntikkan meski sudah tiba di Indonesia. Vaksin harus lebih dulu menjalani tahapan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

" Itu juga tidak bisa langsung disuntikkan, masih harus menunggu langkah-langkah, kaidah-kaidah saintifik, data-data sains yang diperlukan untuk mendapatkan Emergency Use Authorization dari BPOM," kata Jokowi.

" Jadi meski vaksin datang, kita harus tunggu tahapan di BPOM," ucap Jokowi melanjutkan.

Jokowi mengatakan vaksinasi bisa dilakukan akhir 2020 atau Januari 2021. Sejumlah simulasi juga sudah digelar di beberapa tempat.

3 dari 5 halaman

Tantangan Distribusi Vaksin

Meski begitu, distribusi vaksin ke 34 provinsi dan 514 kabupaten dan kota tidak mudah. Diperlukan skema yang hati-hati, melibatkan sarana dan prasarana yang tidak sedikit.

" Karena vaksin ini perlu kedinginan tertentu, jadi perjalanan ke 34 provinsi dan 514 kabupaten kota memerlukan kehati-hatian," ucap dia.

Lebih lanjut, Jokowi berharap vaksinasi dapat memicu pemulihan kesehatan. Juga berdampak pada pemulihan ekonomi masyarakat.

" Kita harapkan setelah vaksinasi dilakukan pemulihan kesehatan dan rasa aman masyarakat kita harapkan dapat memicu kegiatan ekonomi masyarakat juga bisa bergerak kita harapkan dapat menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya," kata Jokowi.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Libur Panjang Akhir Tahun Berpotensi Tingkatkan Kasus Corona Sampai 3 Kali Lipat

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan Pemerintah telah mengevaluasi tren kenaikan kasus Covid-19 pasca libur panjang 2020.

Evaluasi tersebut menjadi bahan penetapan kebijakan cuti bersama untuk masa libur panjang akhir tahun agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Wiku mengatakan, rentang waktu libur akhir tahun lebih panjang dibadingkan tiga kali masa cuti bersama yang sudah berlangsung sebelumnya. Hal ini perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan kasus positif Covid-19.

" Perlu diingat, masa libur panjang akhir tahun 2020 memiliki durasi yang lebih panjang, dan dikhawatirkan berpotensi menjadi manifestasi perkembangan kasus menjadi dua bahkan tiga kali lipat lebih besar dari masa libur panjang sebelumnya," ujar Wiku.

Sepanjang 2020, kata Wiku, terdapat tiga periode libur panjang yaitu Idul Fitri pada 22-25 Mei, HUT RI pada 17 dan 20-23 Agustus, serta 28 Oktober-1 November.

Masing-masing periode membawa dampak meningkatnya kasus positif Covid-19.

" Libur panjang Idul Fitri yang berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 69 persen sampai dengan 93 persen pada tanggal 28 Juni 2020," kata dia.

5 dari 5 halaman

Peningkatan Kasus Positif

Periode libur panjang HUT RI meningkatkan kasus Covid-19 sebanyak 58-118 persen hingga 3 September. Sedangkan libur panjang akhir Oktober menyumbang peningkatan kasus sebanyak 17 sampai 22 persen pada 8-22 November.

Wiku melanjutkan terdapat tren penurunan kasus positif periode libur panjang 28 Oktober-1 November 2020 dibandingkan masa cuti bersama Agustus. Penurunan kasus positif ini menjadi evaluasi dan pembelajaran dalam menghadapi periode libur panjang akhir tahun 2020.

Penularan, kata Wiku, terjadi disebabkan kurang disiplinnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan khususnya jaga jarak dan menghindari kerumunan. Pemerintah pun mengkaji periode libur panjang akhir tahun agar tidak lagi ada korban.

" Pada prinsipnya, apapun keputusan yang nanti diambil pemerintah, maka keputusan ini akan selalu mengutamakan keselamatan masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19," kata Wiku, dikutip dari Covid19.go.id.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar