Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Panglima Kostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman (Merdeka.com)
Dream - Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) mengklarifikasi pembongkaran patung Soeharto, Sarwo Edhie Wbowo, dan AH Nasution, di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad. Pembongkaran patung-patung di bekas ruang kerja Mayjen Soeharto itu ternyata merupakan inisiatif sang penggagas.
" Pada Hari Senin, tanggal 30 Agustus 2021, Panglima Kostrad ke-34, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Azmyn Yusri Nasution, didampingi Kaskostrad dan Irkostrad bersilaturahmi kepada Pangkostrad yang bertujuan meminta untuk pembongkaran patung-patung tersebut," kata Kapen Kostrad, Kolonel Inf Haryantana, dikutip dari Merdeka.com, Senin 27 September 2021.
Dia menegaskan, pembongkaran patung-patung tersebut atas keinginan dan ide Letnan Jenderal TNI (Purn.) Azmyn Yusri Nasution saat menjabat Pangkostrad. Yusri yang punya ide untuk membuat patung-patung itu, dia pula yang ingin membongkarnya.
" Letnan Jenderal TNI (Purn.) Azmyn Yusri Nasution meminta untuk patung-patung yang telah dibuatnya untuk di bongkar demi ketenangan lahir dan batin, sehingga pihak Kostrad mempersiapkan," tambah Haryantana.
Dia mengatakan, tidak benar Kostrad berinisiatif menghilangkan patung sejarah tersebut. " Kami berharap adanya kerja sama yang baik dengan rekan-rekan media terkait pemberitaan yang sudah beredar, sehingga tidak meresahkan dan merugikan Institusi TNI, TNI AD khususnya Panglima Kostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman," kata dia.
" Disimpulkan bahwa Kostrad tidak pernah membongkar atau menghilangkan patung sejarah Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad, tapi pembongkaran patung-patung tersebut murni permintaan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Azmyn Yusri Nasution sebagai pembuat ide dan untuk ketenangan lahir dan batin," tambah Haryantana.
Pembongkaran patung-patung tersebut disoal dalam diskusi bertajuk 'TNI Vs PKI' yang digelar Minggu 26 September 2021. Dalam diskusi yang virtual itu, diputar video pendek yang memperlihatkan Museum Dharma Bhakti di Markas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.
Museum itu berada di bekas ruang kerja Panglima Kostrad (Pangkostrad) Mayjen Soeharto ketika terjadi peristiwa G30S. Di dalam museum itu tadinya terdapat diorama yang menggambarkan suasana di pagi hari pada 1 Oktober 1965, beberapa jam setelah enam Jenderal dan seorang Perwira muda TNI AD diculik PKI yang ada di tubuh pasukan kawal pribadi presiden, Cakrabirawa.
Diorama itu menceritakan saat Mayjen Soeharto menerima laporan dari Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) kala itu, Kolonel Sarwo Edhie Wibowo. Sementara Menteri/Panglima TNI Angkatan Darat kala itu, Jenderal AH Nasution, yang selamat dari penculikan PKI beberapa jam sebelumnya duduk tidak jauh dari Soeharto dan Sarwo Edhie.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya