Buku Yang Mencantumkan Yerusalem Ibu Kota Israel
Dream - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), berencana memanggil penerbit buku Yudistira, Senin, 18 Desember 2017. Penerbit Yudistira seperti diketahui melakukan kesalahan cetak dengan menyebut Yerussalem sebagai ibu kota Israel.
" Rencananya jam 14.00 WIB," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti.
Meski begitu, KPAI belum berencana memanggil penerbit Intan Pariwara yang melakukan kesalahan serupa.
" Pemanggilan tidak bisa dadakan," ucap dia.
Retno mengatakan berdasarkan penjelasan penerbit Yudistira, sumber data Israel beribu kota di Yerusalem berasal dari world population sheet 2010.
Meski beda penerbit, kedua buku tersebut dibuat pengarang yang sama yakni Shandy Amalia dan I.S Sadiman. " Penerbit beda, penulisnya sama," ujar dia.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengakui ada kesalahan dalam buku yang dibuat Shandy dan Sadiman.
" Kesalahan seperti ini satu kata, kita sudah mengakui bahwa itu salah dan kita lakukan ralat," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno di Kantor Kemendikbud, Kamis 14 Desember 2017.
Meski begitu, Kemendikbud tidak memberikan sanksi kepada penulis atau pengarang bukunya. Menurut Totok, hingga saat ini belum ada aturan bagi penulis atau pengarang yang melakukan kesalahan diberi sanksi. Yang ada hanya diminta untuk meralatnya.
" Saya kira untuk perbaikan nggak selalu alatnya itu sanksi. Kalau ternyata penulis itu kurang kapasitasnya, ya ditingkatkan kapasitasnya," ucap dia.
(Sah)
Advertisement

Hidupkan Ramadanmu, Teh Celup Sosro Hadirkan Kehangatan Berbuka

OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%


Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia

Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia


OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%