Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Dream - Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Pol Krishna Murti mengklaim, kematian Wayan Mirna Salihin merupakan kasus yang sederhana. Tetapi, lantaran polemik yang beredar di sejumlah media menjadikan kasus ini tampak rumit.
" Kasus ini sederhana. Jangan diperumit dengan polemik," kata Krishna di Polda Metro Jaya, kemarin.
Krishna mengatakan sederhananya kasus ini terlihat sedari awal sejak Mirna bertemu kedua kawannya hingga akhirnya meninggal. Dari kronologis itu, tim penyidik lantas menelusuri siapa pelaku yang menaruh racun di kopi yang diminum Mirna.
" Dari kematian Mirna, pertanyaan berikutnya yang harus diungkap penyidik adalah siapa yang memasukan sianida ke dalam kopi. Itu saja penyidikannya. Jadi, nggak berputar-putar ke pengamat yang jauh," kata dia.
Tim penyidik, menurut Krishna, tidak sembarangan dalam menelusuri jejak pelaku pembunuh Mirna. Tim penyidik menggunakan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan di depan jaksa.
" Kami melihat kasus ini dari dekat dengan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan ke depan jaksa peneliti dan JPU (Jaksa Penuntut Umum-red) di pengadilan," ujar Krishna.
Selanjutnya, Krishna mengatakan selama proses penyidikan, polisi mengaku selalu menerapkan perlakuan praduga tak bersalah. Dengan menggunakan perlakuan itu, fokus polisi mengumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat tuntutan bukan mengincar pengakuan tersangka.
" Yang paling penting dalam penyidikan ini kami tidak mengincar pengakuan. Berdasarkan fakta dan penjelasan dari saksi ahli, kami dapati inkonsistensi keterangan yang berangkutan dengan fakta yamg kami miliki," kata dia. (Ism)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya