Dugaan Pemukulan, Kubu Masinton Pasaribu Jelaskan Kronologis

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 31 Januari 2016 17:18
Dugaan Pemukulan, Kubu Masinton Pasaribu Jelaskan Kronologis
Wanita bernama Dita yang diduga korban pemukulan tidak sengaja terkena tepisan tangan staf anggota komisi III DPR, Masinton Pasaribu.

Dream - Seorang anggota komisi III DPR, Masinton Pasaribu diduga melakukan pemukulan terhadap seorang wanita bernama Dita Aditya yang diketahui staf ahli Partai Nasional Demokrat (Kamis, 21 Januari 2016) lalu. Wanita tersbeut pun mengalami luka lebam di bagian mata.

Menanggapi hal ini, Masinton pun angkat bicara melalui staf ahlinya, Abraham Leo Tanditasik yang menjelaskan kronologis peristiwa yang terjadi. Leo mengatakan kejadian itu bermula ketika ia diminta untuk menjemput Dita di salah satu bar, kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Leo saat itu berniat membantu Dita karena perempuan itu tengah dalam kondisi tidak sadar akibat minuman beralkohol. Informasi itu kemudian sampai ke telinga Masinton. " Berhubung sudah malam Masinton beserta sopirnya ikut mengantarkan saya ke jalan Cikini II," papar Leo, 31 Januari 2016.

Dita dalam keadaan setengah sadar kemudian langsung duduk di samping kiri, sebelah setir kemudi. Wanita itu juga meminta untuk diantarkan ke kantor DPP Nasdem di Menteng guna mengambil mobil miliknya.

Dua mobil pun berjalan beriringan, saat itu mobil Dita dikemudikan Husni, supir Masinton. Adapun Dita berada di mobil Masinton yang dikendarai Leo. Dijelaskan Leo, Dita yang duduk di bangku depan berteriak histeris sepanjang perjalanan menuju Cawang.

Mobil pun berhenti disekitar jalan Matraman karena Dita muntah akibat mabuk. Puncaknya, saat melintas di jalan Otto Iskandardinata, Dita kembali berteriak histeris sambil menarik setir kemudi Leo. Mobil pun oleng ke kiri dan nyaris menabrak trotoar.

" Saya melakukan pengereman mendadak sambil menepis tangan Dita yang menarik kemudi mobil. Tepisan tangan kiri saya mengenai tangan dan wajah Dita," papar Leo dalam informasi tertulis yang diterima Dream.

Usai kejadian itu Leo mengaku tidak ada luka serius di wajah Dita. Leo pun mengatakan saat kejadian itu Masinton sempat sempat menawarkan Dita untuk diobati namun ditolak Dita.

Keesokan harinya (Jumat 22 Januari), Leo mendapat kabar Dita mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Mata Aini. Dita dirawat selama dua hari dua malam didampingi pihak keluarga.

" Dita menelpon saya minta dibantu biata pengobatan. Saya dan Masinton membesuk Dita dirawat di RS Mata Aini. Berhubung luka memar semakin membaik, atas saran dokter Dita sudah diperbolehkan pulang," ujar dia.

[crosslink_2]

 

 

Beri Komentar