Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pengacara Jessica Jadi Target Ibu-ibu

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 5 September 2016 16:19
Pengacara Jessica Jadi Target Ibu-ibu
Otto Hasibuan menjadi target pengunjung sidang. Dia diminta oleh sejumlah pengunjung untuk berfoto selfie dengan mereka.

Dream - Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, menjadi target pengunjung sidang. Dia diminta oleh sejumlah pengunjung untuk berfoto selfie.

Kejadian berlangsung sebelum sidang kasus kopi sianida dimulai. Para ibu-ibu pengunjung sidang berusaha memanfaatkan waktu dengan meminta Otto berselfie.

Pantauan Dream, Otto terlihat melayani beberapa ibu yang meminta foto bersama. Dia dengan sabar menemani pengunjung berfoto, dari satu kamera ke kamera lainnya.

Persidangan kasus kopi bersianida sudah dilaksanakan sebanyak 18 kali. Kali ini, sidang menghadirikan saksi dari Jessica, yang menjadi terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin ini.

Jaksa Penuntut Umum mendakwa Jessica dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Dia dituduh sebagai pelaku pembunuhan Mirna dengan memasukkan racun Sianida ke dalam es kopi Vietnam yang diminum istri Arif Sumarko itu di Kafe Olivier.

1 dari 3 halaman

Pertama Kali, Ibunda Jessica Hadir di Sidang Kopi Bersianida

Pertama Kali, Ibunda Jessica Hadir di Sidang Kopi Bersianida © Dream

Dream - Ibunda Jessica Kumala Wongso, Imelda Wongso, menghadiri sidang kasus kopi bersianida di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 5 September 2016. Sejak kasus ini bergulir di pengadilan, baru kali ini Imelda hadir.

Pantauan Dream, Imelda menggunakan kemeja berwarna putih dengan corak bunga dipadu celana hitam dan tas berwarna cokelat.

Kehadiran Imelda dalam perisangan yang menempatkan putrinya sebaga terdakwa ini langsung menjadi perhatian semua orang. Tetapi, Ilmelda enggan memberi keterangan.

Dia segera masuk ke ruang persidangan. " Nanti saja, nanti saja," kata Imelda.

Tak lama berselang, dia kembali keluar ruang persidangan. Dia bergegas masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan Gedung PN Jakarta Pusat.

Tak ada yang tahu ke mana Imelda pergi. Sebab, tak ada keterangan sedikit pun dari dia. Namun tak lama kemudian, Imelda kembali ke PN Jakarta Pusat untuk mengikuti jalannya sidang.

Persidang kasus kopi bersianida kali ini akan mendengarkan keterangan saksi yang diajukan Jessica. " Hari ini akan kita hadirkan dua saksi, ahli patologi dan toksikologi," kata salah satu pengacara Jessica, Hidayat Boestam.

2 dari 3 halaman

Watak Jessica Dilihat dari Wajah dan Tangan, Dia Cenderung...

Watak Jessica Dilihat dari Wajah dan Tangan, Dia Cenderung... © Dream

Dream - Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Ronny Rahman Nitibaskara, mengatakan Jessica Kumala Wongso punya kepribadian kategori Emotional Unstable Personality. Kategori ini memiliki beberapa ciri khusus.

Menurut Ronny, ciri-ciri orang dengan kategori tersebut memiliki antara lain memanfaatkan orang lain, perasaan mudah berubah, serta tidak ingat dengan kebaikan orang lain.

Dia menambahkan, Jessica juga memiliki sifat berkeinginan kuat dan keras kepala. Selain itu, juga berpotensi memiliki dorongan untuk merencanakan menyakiti baik diri sendiri.

" Kalau tidak menyakiti orang lain, bisa menyakiti diri sendiri," ujar Ronny dalam persidangan kasus kopi bersianida di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 1 September 2016.

Bahkan, kategori emosional tersebut bisa membunuh orang lain. Ini dapat terjadi jika tidak dapat memiliki seseorang yang diinginkan. Ronny menilai, Jessica sangat menyukai kerapihan, cerewet dan teliti.

Ronny mengaku sempat menganalisis kepribadian Jessica melalui lima tahap pemeriksaan. Tahap pertama dengan cara investigasi emosional.

Pada tahap ini, Ronny mengaku bisa membuat suasana menjadi cair. Sehingga komunikasi keduanya terbangun dengan baik. " Komunikasi lancar dengan penuh canda dan tawa," ujar Ronny.

Analisis ke dua, dia melihat watak Jessica dari bentuk bagian tubuhnya. Tetapi dia tidak memperoleh informasi watak keseharian Jessica, yang seharusnya diperoleh dari depth interview terhadap keluarga, karena keterbatasan waktu.

" Maka dilakukan substitusi dengan mempelajari watak dasar Jessica dengan Antropologi Psikologi dengan cara membaca watak dari wajah dan tangan," kata dia.

Kemudian, dia menganalisis perilaku Jessica dari bahasa tubuh. Dari situ diketahui ada ketidaksamaan antara ucapan dengan gerak-gerik tubuh secara berulang kali.

Tahap ke tiga, dia memerhatikan bahasa tubuh Jessica. Hasilnya, ditemukan ketidakserasian antara gerak tubuh dengan ucapan secara berkali-kali.

Tahap ke empat, Ronny menganalisis ucapan yang keluar dari lisan Jessica. " Lisan, ditemukan juga ketidakserasian antara bahasa verbal dengan nonverbal. Terkesan ingin cepat menjawab asal kena pas ditanya," jelas Ronny.

Terakhir, ada sifat untuk menonjolkan diri sendiri, merasa benar sendiri, serta narsis berada pada diri Jessica. " Analisis pernyataan, ada unsur benar sendiri, menonjolkan diri, narsis," ucap dia.

3 dari 3 halaman

© Dream

Dream - Terdakwa kasus kopi sianida Jessica Kumala Wongso menangis usai mendengar keterangan Kriminolog UI Ronny Nitibaskara.

Dalam persidangan tersebut, Ronny membeberkan hasil analisisnya mengenai watak Jessica di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Setelah Ronny selesai memberi keterangan, Hakim Ketua Kisworo bertanya kepada Jessica apakah dia bisa menerima keterangan itu.

Mendapat pertanyaan tersebut, Jessica mengaku keberatan dengan keterangan Ronny. Dia menjawab dengan menangis.

" Saya tidak tertekan itu tidak benar, saya mengikuti proses yang bukan kemauan saya," ujar Jessica sambil menghapus air matanya, Kamis, 1 September 2016.

Menurut Jessica pemeriksaan yang dilakukan oleh Ronny terhadapnya hanya sebatas proses menjalani pemeriksaan sesuai permintaan penyidik.

" Saya hanya menjalani pemeriksaan," ujar dia.

Terkait dengan analisis Ronny, Jessica menyebut kriminolog tersebut berbohong. " Pendapatnya tidak benar, bohong semuanya," tegas Jessica.

Beri Komentar