Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Dua perampok di Pondok Indah, AJ dan S kedapatan menggunakan jimat saat melancarkan aksinya. Hal itu terungkap saat pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya usai penangkapan.
"Kami temukan ada jimat, kegunaannya untuk apa saya nggak tahu," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono di Jakarta, Senin, 5 September 2016.
Awi mengatakan ada tiga jimat ditemukan di dalam tas pelaku. Satu jimat berwarna merah dan dua lainnya berwarna cokelat. Ketiganya terbungkus dalam sebuah plastik.
Saat diperiksa, polisi lain juga menemukan....
© Dream
Dream - Selain jimat, aparat kepolisian yang memeriksa para tersangka juga menemukan sejumlah barang bukti lain.
Kombes Pol Awi mengungkapkan polisi menyita barang bukti seperti senjata api, jimat, tambang, dua pasang sepatu, semter, pisau, jangkar, lakban, tas, beberapa obeng, dua borgol, topi, jaket kulit, celana jins.
Sebanyak tujuh orang menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Pemeriksaan ini terkait kasus perampokan yang terjadi di salah satu rumah di Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu lalu.
Ketujuh orang itu terdiri dari lima orang saksi dan dua tersangka, yaitu AJ dan S.
© Dream
Dream - Awi mengatakan sebelum melancarkan aksinya, para pelaku telah mengintai rumah yang dijadikan target selama satu bulan. Sehari sebelum kejadian, para pelaku menginap di salah satu hotel di Jakarta Selatan.
"Tersangka persiapkan diri selama satu bulan di kotrakannya, dan H-1 tersangka ini menginap di hotel di Jakarta Selatan, untik meeting point," kata Awi.
Awi berucap antara korban dan pelaku tidak memiliki hubungan darah maupun pertemanan. Tetapi, berdasarkan pengakuan para tersangka, mereka pernah bekerja di ExxonMobil dari tahun 2011 hingga 2016.
"Pengakuan korban tidak kenal, tapi tersangka mengaku kenal, fakta hukum mengaku tersangka pernah bekerja di ExxonMobil pada 2011-2016," ucap dia.
Atas keterangan tersebut, Awi mengatakan pihaknya akan melakukan pendalaman. Salah satunya dengan meminta konfirmasi ke ExxonMobil.
"Ini juga perlu kami konfirmasi ulang ke ExxonMobil," ujar dia.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
