Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Raul Castro (varvara.files.wordpress.com)
Dream - Sejumlah negara saat ini tengah berlomba-lomba mengimplementasikan teknologi internet berkecepatan tinggi. Namun di sisi lain, tidak sedikit negara di dunia yang tengah berupaya 'menghalalkan' penjualan komputer bagi warganya.
Kuba merupakan salah satu negara yang akhirnya luluh dan mulai membuka akses resmi penjualan komputer bagi warga sipil. Akhir bulan lalu, pemerintahan Presiden Raul Castro secara resmi mencabut larangan bagi warga sipil untuk memiliki ponsel dan komputer.
Seperti dilansir laman Cnet, Selasa 6 Mei 2014, meski mulai membuka akses resmi penjualan komputer, namun spesifikasinya masih terhitung ketinggalan zaman. Bahkan tidak sebanding dengan banderol harga yang relatif tinggi.
Spesifikasi 'jadul' seperti prosesor Intel Celeron, RAM 512 MB, sistem operasi Windows XP, dan layar monitor CRT dipasarkan seharga US$ 780. Menyusul keputusan itu, antrean calon pembeli diketahui mulai memadati pusat perbelanjaan Havana pada Jumat silam.
Sebelum membuat keputusan ini, pemerintah Kuba juga mulai menjual produk elektronik seperti pemutar DVD, alat masak modern, dan sepeda motor untuk dipasarkan secara legal. Sayangnya, meski sudah mulai membuka keran penjualan komputer untuk warga sipil, namun hal ini tidak diiringi dengan keputusan untuk membuka akses internet.
Hingga kini akses internet di negara Fidel Castro itu hanya dapat digunakan oleh kalangan terbatas dan jurnalis dari media tertentu. Seiring dengan keputusan terbaru ini, sejumlah warga berharap harga komputer yang dijual secara ilegal akan mulai mengalami penurunan.
Harapan untuk akses internet juga mulai diutarakan oleh warga yang menginginkan akses informasi mulai terbuka luas, di negara yang dikenal sebagai penghasil gula terbesar kedua di dunia setelah Brazil itu. (Ervina Anggraini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya