Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aplikasi Ini Akan Dipresentasikan Dalam Konferensi Internasional Di Eropa Dan Amerika (UGM.ac.id)
Dream - Tim mahasiswa Ilmu Komputer UGM mengembangkan metode untuk memudahkan mendapatkan informasi terkait mitigasi bencana, melalui aplikasi yang bernama Quick Disaster.
Aplikasi ini hanya bisa diakses lewat perangkat kacamata Google Glass. Daniel Oscar Baskoro, salah satu anggota tim riset, mengatakan pemilihan Google Glasss sebagai perangkat aplikasi Quick Disaster karena perangkat besutan Google itu jauh lebih cepat ringkas ketimbang menggunakan perangkat mobile.
" Kita berpikir suatu saat perangkat digital ini suatu saat akan melekat pada tubuh manusia seperti halnya nanti dengan adanya teknologi jam pintar atau gelang pintar," kata Daniel dalam laman UGM.ac.id, Senin 5 April 2014.
Aplikasi berbasis visual dan suara ini bisa menampilkan langkah tahapan antisipasi terkena bencana. Ada 9 jenis bencana; erupsi gunung berapi, tanah lonsor, topan tornado, gempa bumi, hujan abu vulkanik, banjir, kebakaran dan tsunami.
Selain Daniel, Aplikasi Quick Disaster ini melibatkan empat orang mahasiswa lainnya Zamsyari, Bahrunur, Sabrina Anggraini dan Maulana Rizki.
Seperti diketahui, Google Glass merupakan kacamata pintar hasil dari produk riset Perusahaan Google yang mampu memproses dan menampilkan informasi layaknya smartphone.
" Aplikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengantisipasi bencana saat kejadian bencana berlangsung," kata Sabrina Anggraini menambahkan.
Untuk saat ini aplikasi Quick Disaster masih dalam tahap riset dan pengembangan. Pasalnya, beberapa fitur masih perlu disempurnakan.
Dalam waktu dekat, kata Sabrina, aplikasi ini rencananya akan dipresentasikan dalam konferensi internasional di Eropa dan Amerika.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya