Kuota Haji Tersisa 3.801, Kemenag Perpanjang Pelunasan Bipih Hingga 29 Mei

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 22 Mei 2020 11:33
Kuota Haji Tersisa 3.801, Kemenag Perpanjang Pelunasan Bipih Hingga 29 Mei
Ada tiga kriteria jemaah haji yang berhak melunasi di masa perpanjangan ini.

Dream - Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Muhajirin Yanis mengatakan hingga batas pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1441 H/2020 M tahap II pada 20 Mei 2020 lalu, masih ada sekitar ada 11.537 jemaah yang belum melakukan pelunasan.

Dari jumlah itu, ada 7.736 jemaah yang melunasi dengan status cadangan sehingga masih ada sisa kuota sebesar 3.801 orang. Untuk itu, pihaknya mengambil keputusan untuk memperpanjang pelunasaan biaya haji hingga 29 Mei 2020 mendatang.

" Karena masih ji ada sisa kuota haji sebanyak 3.801 jemaah, pelunasan biaya haji tahap II ini kita perpanjang. Perpanjangan berlangsung mulai besok, 22 hingga 29 Mei 2020," terang Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis di Jakarta, Kamis 21 Mei 2020.

Menurut Muhajirin, ada tiga kriteria jemaah haji reguler yang berhak melakukan pelunasan. Pertama, jemaah haji yang telah ditetapkan berhak melunasi pada tahap 1 dan 2, namun belum melakukan pelunasan Bipih.

Kriteria kedua, jemaah haji pendamping lansia dan penggabungan mahram yang sudah terinput ke dalam aplikasi Siskohat, namun belum diusulkan Kanwil Kemenag Provinsi.

Ketiga, jemaah haji yang teridentifikasi sudah berhaji kurang 10 tahun, namun hasil verifikasinya menyebutkan belum pernah menunaikan ibadah haji atau dari unsur pembimbing KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah).

 

1 dari 5 halaman

Untuk Petugas Haji Daerah dan Pembimbing KBIHU

Muhajirin menambahkan, perpanjangan juga dibuka untuk pelunasan Bipih Petugas Haji Daerah (PHD) dan Pembimbing KBIHU.

" Sampai penutupan kemarin, masih ada 1.411 kuota PHD dan 101 kuota pembimbing KBIHU yang belum terlunasi," jelasnya.

Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, Muhajirin mengatakan bahwa proses pelunasan Bipih diutamakan melalui mekanisme tanpa tatap muka atau non teller. Ia pun kerap meminta Kanwil Kemenag di daerah untuk terus berkomunikasi dengan jemaah haji terkait kebijakan perpanjangan pelunasan Bipih.

" Kanwil Kemenag Provinsi dan Kankemenag Kab/Kota serta BPS Bipih agar lebih intensif menghubungi jemaah haji yang berhak melunasi dan mensosialisasikan kebijakan perpanjangan pelunasan Bipih melalui mekanisma tanpa tatap muka," tandasnya.

2 dari 5 halaman

Kepastian Musim Haji 2020 dari Saudi Ditunggu Sampai Awal Juni

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, menyatakan tanggal akhir penantian kepastian penyelenggaraan haji dari Arab Saudi dimundurkan hingga 1 Juni 2020. Keputusan ini diambil setelah ada arahan dari Presiden Joko Widodo.

" Semoga ada perkembangan baik terkait penanganan Covid-19, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi," ujar Fachrul, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Selain atas arahan Jokowi, Fachrul melihat ada geliat persiapan haji yang dikerjakan pemerintah Saudi. Contohnya, kata dia, ada aktivitas pemasangan tenda di Arafah oleh Muassasah Asia Tenggara.

" Sejak 17 Mei lalu, tenda di Arafah sudah mulai terpasang," kata Fachrul.

Alasan lainnya, sebagian daerah masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Semua pihak diharapkan berkonsentrasi dalam mengefektifkan PSBB agar Covid-19 dapat segera tertangani.

" Semoga PSBB ini efektif dan Covid-19 segera teratasi," kata dia.

3 dari 5 halaman

Saudi Akan Umumkan Akhir Ramadhan

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah, Nizar Ali, menyatakan bahwa Saudi akan menyampaikan pengumuman resmi mengenai penyelenggaraan ibadah haji pada akhir Ramadhan mendatang. Informasi itu diperoleh Kemenag dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. 

" Saya juga sudah bersurat ke Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI agar bisa ikut mengkomunikasikan masalah kepastian haji tahun ini melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta," kata Nizar.

Selanjutnya, Nizar menegaskan Kemenag siap menjalankan keputusan apapun yang ditetapkan Saudi. Sebab, Kemenag telah menyiapkan mitigasi atas kemungkinan penyelenggaraan haji tahun ini apakah batal atau tidak.

" Mitigasinya sudah kami siapkan sehingga apapun keputusannya nanti, kami siap melaksanakan," kata dia.

4 dari 5 halaman

Kemenag Harap Saudi Segera Putuskan Haji Sebelum Ramadhan Berakhir

Dream - Gara-gara pandemi virus corona, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini belum juga ada kepastian. Kementerian Agama berhadap Pemerintah Arab Saudi memberikan keputusan mengenai ibadah haji 1441 H sebelum bulan Ramadhan selesai.

" Kami berharap informasi pasti apakah haji tahun ini diselenggarakan atau batal bisa segera diumumkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Semoga sebelum akhir Ramadhan," terang Juru Bicara Kementerian Agama, Oman Fathurahman, dalam keterangan tertulisnya, Senin 18 Mei 2020.

Menurut Oman, kepastian penyelenggaraan haji sangat penting, mengingat waktunya sudah semakin dekat. Sedangkan Kemenag membutuhkan waktu untuk melakukan banyak persiapan.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, tambah Oman, telah berkoordinasi dengan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri agar bisa ikut mengkomunikasikan hal tersebut melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Selain itu, juga proaktif menghubungi Saudi.

" Informasi mengenai kepastian penyelenggaran ibadah haji tersebut menjadi penting bagi kami dalam menyiapkan kebijakan serta peraturan-peraturan yang diperlukan apabila haji akan dilaksanakan dan atau tidak dilaksanakan pada tahun ini," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Persiapan Jalan Terus

Oman mengatakan, Kemenag sampai saat ini terus menggelar persiapan haji. Masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap kedua juga masih dibuka.

Terkait layanan, sudah dijalankan sejumlah persiapan meski belum sampai pada tahapan pengikatan kontrak kerja sama. Ini mengingat adanya surat Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Nomor 410711030 tanggal 11 Rajab 1441H/6 Maret 2020 berisi permohonan untuk menunggu dalam penyelesaian kewajiban baru hingga jelasnya masalah Covid-19.

" Jadi persiapan di Saudi sudah dilakukan namun hingga saat ini Kementerian Agama belum melakukan penandatanganan kontrak maupun pembayaran uang muka atas pelayanan jemaah haji di Arab Saudi," kata Oman.

Lebih lanjut, Oman menjelaskan Kemenag juga telah menyiapkan mitigasi jika haji dilaksanakan atau tidak. Sehingga, apapun keputusan Saudi, Kemenag sudah siap melaksanakannya baik batal maupun tidak.

" Mitigasi tersebut juga mencakup langkah yang akan Indonesia ambil jika Saudi tidak kunjung memberi kepastian, padahal waktu persiapan sudah semakin mepet," kata dia.

Beri Komentar