Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Main HP Pakai Headset Di Dalam Rumah, Remaja SMA Tersambar Petir (Foto: Shutterstock)
Dream - Malang tak dapat ditolak bagi seorang bocah remaja di Bantul, DI Yogyakarta. Saat sedang berteduh di dalam rumah sambil bermain ponsel menggunakan headset, remaja kelas 3 SMA itu tersambar petir.
Malam saat sedang kejadian, cuaca di lokasi rumahnya di Dusun Singosaren, Dewa Wukirsari, Imogiri tengah dilanda hujan lebat disertau petir.
Korban diketahui bernama Muhammad Farhan Alhalwani (18). Dia adalah pelajar kelas III SMA Negeri Wukirsali, Sleman. Farhan telah dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati, Bantul.
Sariyem, nenek korban mengatakan, kejadian itu berlangsung saat dia sedang mengaji di masjid yang tak jauh dari rumahnya.
Sebelum berangkat mengaji, Sariyem menerangkan, cucunya saat itu sedang berada di dalam kamarnya bermain gawai menggunakan headset.
" Berangkat mengaji sekitar pukul 18.30 WIB. Cucu saya waktu itu sedang di kamarnya main HP," ucap Sariyem.
Pengajian tersebut berlangsung sampai pukul 20.30 WIB. Saat tiba di rumah, Sariyem kaget melihat pintu rumah masih terbuka dan gelap. Sariyem langsung menjadi panik karena kondisi saat itu sedang hujan deras.
Kepanikan Sariyem bertambah saat dia tak kunjung menemukan Farhan di dalam rumah. Dia hanya mencium bau gosong. di kamar cucunya tersebut.
" Saya cari cucu saya enggak ada. Ternyata udah dibawa sama anak saya atau omnya ke rumah sakit," ungkap Sariyem.
Menurut Sariyem, saat ini kondisi cucunya sudah mendapat penanganan dari tim dokter RSUD. Bagian wajah, bahu, serta leher Farhan dilaporkan terluka.
" Cucu saya sadar kondisinya. Sudah bisa diajak komunikasi," papar Sariyem.
Melihat kondisi kamar yang meninggalkan bau gosong dan luka di tubuh cucunya, Sariyem menduga Farhan terkena sambaran petir.
Sebab saat kejadian, beberapa kali terdengar suara petir cukup keras di daerah Imogiri.
Dari pantauan di lapangan memang terlihat headset dan gawai yang dipakai oleh korban terlihat rusak parah. Hal yang cukup meyakinkan Farhan menjadi korban sambaran petir adalah kasur yang berlubang seperti terbakar dan tiang beton rusak ringan.
(Sah/ Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya