Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pelayanan rumah sakit yang buruk bukan hanya dilayani negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Di negara-negara 'Petro-Dollar' alias berlimpahan minyak pun masih ditemukan pelayanan rumah sakit yang kurang memuaskan.
Bahkan, akibat pelayanan yang buruk itu, si pasien nekat mengakhiri hidupnya. Pria di Arab Saudi nekat bunuh diri. Bukan karena penyakitnya yang kronis, juga bukan karena masalah keluarga yang berat. Tapi karena pelayanan rumah sakit yang dinilai buruk.
Seperti dilansir Emirates247.com, pria yang tak disebutkan identitasnya itu merupakan pasien kanker di sebuah rumah sakit di Arab Saudi. Dia nekat bunuh diri dengan menggunakan senjata api.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan catatan yang terselip di kantong baju korban. Isinya, korban terpaksa mengambil keputusan berat ini karena layanan rumah sakit yang sangat lambat.
Polisi menemukan orang itu terbaring di rumahnya, di barat laut Jouf dengan kondisi bersimbah darah. Polisi pun bergegas membawanya ke rumah sakit, namun pria tersebut keburu meninggal dunia.
Kolonel Turki bin Abdul Rahman yang menangani kasus ini mengatakan, di saku pria yang meninggal itu ada sebuah catatan. Turki mengatakan, pria itu memutuskan untuk bunuh diri karena petugas medis rumah sakit yang dihubunginya sangat lambat dalam menangani dirinya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya