Bank Sampah NU: Ramadan, Momentum Kurangi Plastik

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 17 Mei 2019 06:01
Bank Sampah NU: Ramadan, Momentum Kurangi Plastik
Penggunaan plastik saat Ramadan naik tajam.

Dream - Bulan Ramadan menjadi bulan penuh berkah. Umat Islam mengubah pola makan dan istirahatnya selama bulan ini.

Di tengah aktivitas ini, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) mengajak masyarakat mengurangi konsumsi sampah plastik.

“ Masalah sampah plastik itu tidak hanya mengotori lingkungan, tapi dampaknya panjang sekali. Efeknya hingga menimbulkan penyakit dan bencana,” ujar Direktur Bank Sampah Nusantara LPBI NU, Fitria Ariyani, dalam keterangan resminya, Kamis, 16 Mei 2019.

Ariyani mengatakan, pada bulan Ramadan, volume sampah termasuk sampah plastik biasanya meningkat cukup signifikan. Menurut Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, jumlah sampah naik empat persen saat Ramadan tahun lalu.

Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi, mengatakan, besarnya volume sampah plastik menjadi beban bagi lingkungan. Sebab, sampah plastik yang mengingat tidak dibarengi dengan kemampuan daur ulang.

Penggunaan plastik sekali pakai selama bulan puasa begitu besar karena budaya konsumtif masyarakat.

“ Penggunaan plastik sekali pakai yang berlebihan pada bulan Ramadan, terutama saat berbuka puasa, dapat memperburuk krisis sampah plastik,” kata Atha. 

1 dari 1 halaman

Sampah Plastik dan Musyawarah Nasional NU

Kebiasaan ini harus bisa masyarakat ubah. Masyarakat perlu membawa wadah makanan sendiri, dan penjual pun dapat menyediakan produk yang dijual tanpa kemasan plastik sekali pakai.

“ Satu-satunya solusi mengurai permasalahan sampah plastik adalah dengan mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, dan kita bisa mulai dari diri sendiri, seperti di bulan Ramadan ini,” ujar dia.

Dalam Musyawarah Nasional NU tahun ini, sampah plastik mendapatkan perhatian cukup besar.

Salah satunya, produsen seperti perusahaan yang memproduksi barang kebutuhan sehari-hari, didorong untuk bertanggung jawab atas sampah kemasan produknya sesuai dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. (ism)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone