7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi
Dream - Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur dini hari dibakar oleh sejumlah orang. Diduga, pembakaran itu buntut dari kasus pengeroyokan tujuh sampai sembilan orang terhadap anggota TNI di kawasan Cibubur pada Senin, 10 Desember 2018.
Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi, meminta anggota TNI dan masyarakat agar jangan bertindakan di luar batas hukum.
" Kami imbau kepada masyarakat maupun kepada anggota TNI yang lain menahan diri," ujar Kristomei, Rabu, 12 Desember 2018.
Menurut Kristomei, TNI menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kristomei menjelaskan, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya semalam langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk menenangkan suasana. Sekaligus berkoordinasi untuk penanganan kejadian.
Hingga kini, kata dia, pihaknya belum mengetahui apakah ada anggota TNI yang terlibat dalam pembakaran Mapolsek Ciracas itu.
" Sementara belum ada, karena belum ada indikasi ada anggota Kodam Jaya yang terlibat di situ. Kalaupun ada kami akan ambil langkah tindak lanjut," ujar Kristomei.
Sementara, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis meminta kepada seluruh jajarannya untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan. Dia memberi waktu penangkapan 2 x 24 jam.
" Sudah diberi waktu 2x24 jam (untuk mengamankan pelaku)," ujar Idham, Rabu 12 Desember 2018.
Idham menduga, pembakaran Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur oleh sejumlah orang karena buntut pengeroyokan terhadap dua anggota TNI.
" Kemungkinan analisisnya ke sana," ucap dia.
Kasus pengeroyokan ini bermula pada Senin, 10 Desember 2018. Anggota TNI AL bernama Kapten Komarudin dan anggota TNI AD, Pratu Rivonanda terlibat keributan dengan tujuh sampai sembilan orang di kawasan pertokoan Arundina, Cibubur.
Awalnya, Komarudin sedang mengecek knaplot tiba-tiba seorang tukang parkir menggeser motor dan mengenai kepala Komarudin.
Komarudin sempat menegur tukang parkir tersebut. Tapi, sang tukang parkir tidak terima dengan teguran itu dan terjadilah ceckok hingga akhirnya berujung pada pengeroyokan.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?