Fenomena Gunung Semeru Bertopi Awan, Pertanda Apa?

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 11 Desember 2018 11:29
Fenomena Gunung Semeru Bertopi Awan, Pertanda Apa?
Tidak ada kaitannya dengan fenomena mistis.

Dream - Gunung Semeru mengeluarkan fenomena menarik Senin, 10 Desember 2018. Gunung di Jawa Timur itu mengeluarkan awan putih yang menutupi puncak Mahameru.

Dari kejauhan fenomena itu mirip dengan topi. Warganet menyebut fenomena itu sebagai Gunung Semeru bertopi.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut, fenomena itu terjadi karena awan altocumulus lenticularis.

" Awan altocumulus lenticularis terbentuk akibat turbulensi di atasnya," tulis Sutopo di Twitter pribadinya @Sutopo_PN, Selasa, 11 Desember 2018.

Sutopo menyebut fenomena itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa mistis, politik, dan bahkan pemilu mendatang, serta tanda bencana. " Semua karena keagungan Sang Ilahi."

Sutopo menyarankan fenomena semacam ini dapat dijadikan latar untuk foto di momen istimewa.

" Bagi yang mau nikah, gunakan fenomena alam ini buat foto pre wedding. Sungguh memesona! Cintamu akan terus terayomi meski ada turbulensi di hatimu," kata dia.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi, Klimatologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Semeru merupakan satu dari 17 gunung api dengan status Waspada. (ism)

[crosslink_1]

1 dari 2 halaman

Letusan Gunung Merapi Dilihat dari Luar Angkasa

Dream - Letusan Gunung Merapi pada Jumat 11 Mei 2018 membuat banyak orang terkejut. Sebab, letusan freatik yang terjadi pada pagi hari tersebut tidak didahului dengan tanda-tanda.

Masyarakat sempat diimbau tak mendekati puncak Gunung Merapi. Letusan itu juga membuat bandara Yogyakarta ditutup hingga Jumat sore.

Letusan Gunung Merapi ini juga terpantau oleh satelit cuaca Himawari. Berdasarkan pantauan satelit itu, pada pukul 10.00 WIB debu vulkanik mengarah ke selatan-tenggara.

 debu merapi

Sementara, pada pukul 13.00 WIB, abu vulkanik letusan Gunung Merapi mengarah ke tenggara-barat daya.

 debu merapi

Sementara, pada Sabtu 12 Mei 2018 pukul 16.00 WIB, debu vulkanik letusan Gunung Merapi tidak lagi terlihat dalam citra satelit.

 debu merapi

2 dari 2 halaman

Daki Gunung Tertinggi, Alasan Gadis 7 Tahun Ini Bikin Nangis

 Gadis kecil daki gunung tertinggi

Dream - Seorang gadis 7 tahun dari Texas, Amerika Serikat, memecahkan rekor dunia sebagai pendaki termuda Gunung Kilimanjaro di Tanzania. Dengan ketinggian mencapai 5895 meter, Kilimanjaro merupakan gunung tertinggi di Benua Afrika.

Menghadapi ketinggian, hujan, dan salju, Montannah Kenney naik ke salah satu puncak tertinggi di dunia itu bersama ibunya, Hollie Kenney, pada bulan Maret lalu selama satu minggu.

Ide untuk mendaki Gunung Kilimanjaro berawal saat Montannah mendengar percakapan ibu dan  bibinya.

Ketika mendengar tentang pendakian tersebut, Montannah mengajukan diri untuk bergabung. " Dia memberitahuku 'Ibu, aku ingin melakukannya bersamamu'," kata Hollie.

Saat melakukan survei tentang pendakian, keluarga Kenney menghadapi masalah baru. Montannah harus berusia minimal 10 tahun agar bisa ikut dalam pendakian tersebut.

Mereka diberitahu Montannah harus mendapatkan izin khusus untuk mendaki dan rencana pendakian pun ditetapkan pada tahun 2019.

Namun pada bulan Januari, Hollie mempercepat tanggal pendakian mereka setelah mendengar berita tentang seorang gadis 8 tahun bisa mendaki Gunung Kilimanjaro di bulan Juli 2017.

Mereka akhirnya menyewa seorang pemandu untuk pendakian mereka di bulan Maret lalu. Pendakian tersebut dilakukan dua bulan sebelum Montannah berusia 8 tahun.

Saat ditanya motivasinya ingin menaklukkan Gunung Kilimanjaro, Montannah mengatakan pendakian ini bukan sekadar upaya mencetak rekor dunia. Dia melakukannya pendakian tersebut untuk mengenang ayahnya yang meninggal tak lama setelah ulang tahunnya yang ketiga.

" Aku ingin lebih dekat dengan ayahku. Aku ingin melakukan petualangan yang menyenangkan dengan ibuku dan belajar tentang Gunung Kilimanjaro," katanya kepada CBS News.

Ketika ditanya apakah Montannah akan melakukannya lagi atau mendaki gunung lain, dia mengatakan 'mungkin' tetapi tidak 'selama' pendakiannya ke Gunung Kilimanjaro.

(Sah, Sumber: CBS News)

Beri Komentar
Dari Jakarta Hingga Bekasi, Ini Situasi Pemukiman yang Terkena Dampak Banjir