Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aksi 812 Di Malaysia, Menentang Wacana Ratifikasi ICERD (Channel News Asia)
Dream - Sabtu pekan lalu, 8 Desember 2018 jalanan di sekitar Istana Perdana Menteri Malaysia dipenuhi sekitar 50 ribu orang. Mereka menggelar aksi sebagai bentuk protes terhadap wacana ratifikasi International Convention on The Elimination of All Forms of Racial Discrimination (ICERD) atau Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial.
Para pengunjuk rasa diketahui merupakan simpatisan partai oposisi Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO) dan Partai Islam se-Malaysia (PAS). Mereka menentang rencana Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk meratifikasi konvensi PBB itu.
Mahathir sendiri telah menyatakan tidak akan menjalankan rencana itu pada November lalu. Tetapi, pernyataan itu ternyata tidak bisa menghentikan aksi tersebut, dan para peserta menamainya dengan 'aksi syukur'.
Dikutip dari Channel News Asia, para peserta aksi menyatakan ratifikasi itu bakal menghapuskan hak keistimewaan Etnis Melayu yang selama ini dilindungi Konstitusi Federal. Selain itu, wacana ratifikasi itu juga bertentangan dengan ajaran Islam.
Pendukung PAS, Hasnil Mohd Alim, rela datang dari rumahnya di Seremban ke Kuala Lumpur demi mengikuti aksi ini. Dia ingin kaum Bumiputra (melayu) tetap memiliki hak khusus di seluruh Malaysia sehingga tetap lebih tinggi dari etnis lainnya seperti Tionghoa dan India.
" Benar, pemerintahan baru Pakatan Harapan tidak meratifikasi ICERD, tetapi di lain waktu mereka akan menghadapi tekanan eksternal untuk melakukannya. Kami ingin menyampaikan pesan rakyat Malaysia tidak bahagia jika sampai pemerintah setuju melakukannya," kata Hasnil.
Massa berkumpul di Masjid Jamek dan Masjid Nasional Malaysia sejak pukul 06.00 waktu setempat. Mereka kemudian menggelar long march menuju Daratan Merdeka sejauh 2 kilometer.
Sementara itu, Komisiner Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam), Jerald Joseph, menegaskan ICERD tidak bertentangan dengan jalan hidup rakyat Malaysia. Pihaknya tetap akan mendorong pemerintah melakukan ratifikasi atas konvensi internasional tersebut.
" Jika Anda memeriksa ketentuan ICERD dan apabila Anda memeriksa ketentuan konstitusi, kami yakin ini tidak bertentangan dengan jalan hidup maupun pandangan politik kami," kata Joseph.
ICERD merupakan konvensi yang mengutuk diskriminasi dalam bentuk apapun. Konvensi ini juga mendorong setiap negara untuk membuat kebijakan yang menekan diskriminasi rasial. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya