Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Suasana Malam Singapura. (Foto: Pixabay)
Dream - Malaysia dan Singapura tengah bersitegang soal kedaulatan wilayah perbatasan laut dan udara.
Sengketa wilayah kedua negara anggota ASEAN itu tampaknya semakin meruncing setelah Malaysia mengajukan nota protes kepada Singapura.
Ketegangan diawali ketika Malaysia melakukan perluasan batas pelabuhan Johor Baru yang diduga mengusik Perairan Tuas yang dikuasai Singapura.
Singapura pun memperingatkan Malaysia agar berhenti melakukan provokasi wilayah perairan yang dikuasainya itu.
Atas keputusan tersebut, Malaysia mengirim nota protes. Malaysia mengklaim bahwa perluasan batas pelabuhan Johor Baru masih berada dalam wilayah perairan mereka.
Selain itu, Malaysia merasa keberatan dengan peraturan penerbangan baru yang diterapkan Singapura di wilayah udara Johor, Malaysia.
Dikutip dari Straits Times, Jumat 7 Desember 2018, Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengatakan bahwa klaim Singapura soal perluasan batas pelabuhan Johor Baru yang masuk ke perairan Singapura adalah tidak benar.
Pernyataan Loke mendapat dukungan dari Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.
Membantah pernyataan Loke, Kementerian Transportasi Singapura mengatakan bahwa batas perairan teritorial negaranya membentang ke barat hingga pelabuhan Johor Baru di sekitar Tuas.
" Oleh karena itu, perluasan batas pelabuhan Johor Baru melanggar batas wilayah perairan Singapura. Ini merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Singapura dan hukum internasional," tambah juru bicara Kementerian Transportasi Singapura.
Sejak dilakukan perluasan pelabuhan Johor Baru, banyak kapal Polisi Air dan Kementerian Kelautan Malaysia hilir mudik dan menerobos perairan yang dikuasai Singapura dalam dua pekan terakhir.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mengatakan bahwa provokasi dan penerobosan Malaysia ini tetap berlangsung hingga sekarang meski sudah ada nota protes dari Singapura.
Menteri Vivian, perluasan batas pelabuhan itu merujuk pada peta tahun 1979 yang dibuat oleh Malaysia sendiri. Namun peta tersebut tidak pernah diakui oleh Singapura.
Dalam peta itu, Pulau Pedra Branca (Batu Puteh) berada di dalam wilayah Malaysia. Namun Singapura memprotes klaim tersebut.
Melalui banding di Pengadilan internasional pada tahun 2008, Pedra Branca menjadi milik Singapura.
Sumber: Straits Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya