Malaysia dan Singapura Terlibat Sengketa Perbatasan

Reporter : Sugiono
Jumat, 7 Desember 2018 14:00
Malaysia dan Singapura Terlibat Sengketa Perbatasan
Sengketa wilayah kedua negara anggota ASEAN itu nampaknya semakin meruncing.

Dream - Malaysia dan Singapura tengah bersitegang soal kedaulatan wilayah perbatasan laut dan udara.

Sengketa wilayah kedua negara anggota ASEAN itu tampaknya semakin meruncing setelah Malaysia mengajukan nota protes kepada Singapura.

Ketegangan diawali ketika Malaysia melakukan perluasan batas pelabuhan Johor Baru yang diduga mengusik Perairan Tuas yang dikuasai Singapura.

Singapura pun memperingatkan Malaysia agar berhenti melakukan provokasi wilayah perairan yang dikuasainya itu.

Atas keputusan tersebut, Malaysia mengirim nota protes. Malaysia mengklaim bahwa perluasan batas pelabuhan Johor Baru masih berada dalam wilayah perairan mereka.

Selain itu, Malaysia merasa keberatan dengan peraturan penerbangan baru yang diterapkan Singapura di wilayah udara Johor, Malaysia.

Dikutip dari Straits Times, Jumat 7 Desember 2018, Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengatakan bahwa klaim Singapura soal perluasan batas pelabuhan Johor Baru yang masuk ke perairan Singapura adalah tidak benar.

Pernyataan Loke mendapat dukungan dari Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.

1 dari 1 halaman

Protes Singapura

Membantah pernyataan Loke, Kementerian Transportasi Singapura mengatakan bahwa batas perairan teritorial negaranya membentang ke barat hingga pelabuhan Johor Baru di sekitar Tuas.

" Oleh karena itu, perluasan batas pelabuhan Johor Baru melanggar batas wilayah perairan Singapura. Ini merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Singapura dan hukum internasional," tambah juru bicara Kementerian Transportasi Singapura.

Sejak dilakukan perluasan pelabuhan Johor Baru, banyak kapal Polisi Air dan Kementerian Kelautan Malaysia hilir mudik dan menerobos perairan yang dikuasai Singapura dalam dua pekan terakhir.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mengatakan bahwa provokasi dan penerobosan Malaysia ini tetap berlangsung hingga sekarang meski sudah ada nota protes dari Singapura.

Menteri Vivian, perluasan batas pelabuhan itu merujuk pada peta tahun 1979 yang dibuat oleh Malaysia sendiri. Namun peta tersebut tidak pernah diakui oleh Singapura.

Dalam peta itu, Pulau Pedra Branca (Batu Puteh) berada di dalam wilayah Malaysia. Namun Singapura memprotes klaim tersebut.

Melalui banding di Pengadilan internasional pada tahun 2008, Pedra Branca menjadi milik Singapura.

Sumber: Straits Times

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik