Atlet Muslimah Didesak Tutup Aurat, Menpora Tampan Bereaksi

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 28 November 2018 12:15
Atlet Muslimah Didesak Tutup Aurat, Menpora Tampan Bereaksi
Dia akan mendukung keputusan setiap atlet.

Dream - Syed Saddiq Abdul Rahman, menteri pemuda dan olahraga Malaysia bereaksi keras terhadap usulan agar atlet muslimah yang mewakili negaranya untuk mengenakan busana olahraga yang menutup aurat. Imbauan itu berlaku mulai tahun depan. 

Reaksi keras menteri yang dikenal karena ketampanannya itu mengemuka setelah anggota dewan eksekutif Terengganu, Malaysia, Wan Sukairi Wan Abdullah mengatakan kepada majelis negara bagian jika semua atlet muslimah dari Terengganu harus mengenakan pakaian yang sesuai syariat.

Ketentuan yang mulai berlaku tahun depan itu berlaku pada para atlet baik saat beradfa di rumah maupun kala berpartisipasi dalam pertandingan penting.

Dia mengatakan, cara ini bagian dari inisiatif pemerintah yang dipimpin Malaysian Islamic Party, yang menempatkan nilai-nilai Islam dalam berpakaian.

Aksi pesenam Malaysia, Farah Ann di Asian Games 2018, Jakarta.© (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Aksi pesenam Malaysia, Farah Ann di Asian Games 2018, Jakarta. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Mufti Penang, Wan Salim Wan Mohd Noor mendukung langkah itu. Dia mengatakan, saran itu sejalan dengan syariat Islam.

Mendengar aturan tersebut, Saddiq mengatakan pemerintah Terengganu seharusnya menghormati pilihan " para pahlawan" Malaysia.

" Biarkan mereka (menentukan) sendiri," kata Saddiq, dilaporkan , Selasa, 27 November 2018.

1 dari 3 halaman

Menghalangi Prestasi?

Syed Saddiq© Instagram @syedsaddiq

“ Olahraga untuk semua dan atlet kami adalah pahlawan-pahlawan. Beberapa atlet secara pribadi telah menghubungi saya tentang masalah ini. Saya berkewajiban membela mereka karena mereka adalah aset bangsa,” ujar dia.

Menanggapi label " mengkhawatirkan" yang digaungkan Wan Sukairi, dia menunjukkan masa depan olahraga seperti senam, menyelam, berenang, dan binaraga akan terpengaruh.

Saddiq mengatakan ada banyak atlet muslim yang telah menyumbang banyak medali untuk negara, diantaranya pesenam, Farah Ann Hadi; penyelam, Nur Dhabitah Sabri; dan bodybuilder, Sazali Samad.

Saddiq mengatakan, ini merupakan olahraga yang telah menyumbang banyak prestasi dalam pertandingan di tingkat Persemakmuran, Olimpiade, Asia, dan Asia.

“ Pahlawan kita, Azizul Hasni Awang, seorang atlet sepeda motor juara terkenal dari Terengganu, juga meraih pengakuan internasional, terlepas dari pilihan pakaiannya. Aku akan berdiri dengan mereka semua terlepas dari pakaian mereka," kata Saddiq.

2 dari 3 halaman

Takut Dikutuk, Wabup Aceh Besar Protes Busana Atlet Lari

Dream - Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab, atau akrab di sapa Waled Husaini, dikenal kerap menyuarakan syariat Islam. Insiden dia mengamuk saat warung masih buka meski azan berkumandang, merupakan contohnya.

Baru-baru ini, dia berkomentar mengenai pakaian atlet yang berlaga di Pekan Olahraga Rakyat Aceh (PORA) XIII 2018 di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, yang berakhir Minggu, 25 November 2018. Husaini menganggap pakaian atlet yang berlaga di ajang empat tahunan itu terlalu seksi.

Dia menganggap, cara atlet berpakaian itu menjadi preseden buruk yang mencoreng citra kabupaten itu. Husaini mengaku berang dan takut kalau kabupaten itu kena kutukan gara-gara teledor membiarkan para atlet yang mengumbar aurat.

" Tolong jaga ini daerah syariah, jangan gara-gara PORA kita kena kutuk," kata Husaini dikutip Liputan6.com, Senin, 26 November 2018.

Dia mengaku telah menyampaikan secara lisan maupun tulisan mengenai cara atlet dalam berpakaian.

" Imbauan sudah kita tempel di tempat penginapan atlet, tempat cabor, Instruksi Bupati Nomor 1 tahun 2017," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Tanggapan Penyelenggara

Pekan Olahraga Rakyat Aceh (PORA) XIII 2018 di Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar© Liputan6.com/Rino Abonita

Ketua Harian Panitia Penyelenggara PORA XIII Aceh Besar, Ridwan Jamil mengatakan tak bisa mengawasi berjalannya seluruh pertandingan. Tetapi, dia segera menegur panitia cabang olahraga atletik usai mendapat laporan itu.

" Kita langsung tegur itu. Dan memang beberapa panitia dari bidang atletik sudah memohon maaf. Mungkin, ya, ada (atlet) yang tidak memahami sampai di situ," kata Ridwan.

Sumber: Liputan6.com/Rino Abonita

Beri Komentar