Penelitian: Moral dan Agama Jadi Kunci Mencegah Korupsi

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 10 Desember 2018 19:00
Penelitian: Moral dan Agama Jadi Kunci Mencegah Korupsi
Korupsi juga dapat muncul karena pembiaran di organisasi.

Dream - Dosen Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zahrotun Nihayah, menyampaikan hasil penelitian seputar gerakan pencegahan korupsi di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Dalam penelitian itu, dia memberikan beberapa variabel mengenai penyebab orang enggan korupsi.

" Yang cukup signifikan moral integrity, dibagi menjadi emosi moral, kalau korupsi 'malu ih, jangan deh'. Ini sangat tinggi," ucap Zahro di Oasis Amir Hotel, Jakarta, Senin 10 November 2018.

Poin lainnya yang bis mencegah orang untuk tidak korupsi yakni nilai religius. " Religius ini (juga) sangat signifikan," kata dia.

Zahro melanjutkan, variabel lain dalam penelitian terkait anti korupsi yakni perilaku hidup sederhana atau mewah. Perilaku ini, kata dia, bisa saja membuat seseorang bertindak koruptif atau bahkan tidak sama sekali.

Terakhir, perilaku seseorang melakukan tindakan koprusi juga tergantung dari budaya organisasi di tempat kerjanya. " Karena pembiaran korupsi ini muncul dari budaya (organisasi) itu," ucap dia.

Di hadapan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag, Zahro mengaku sempat mengalami kesulitan memperoleh data.

" Akhirnya kami ganti menjadi anti korupsi. Karena anggapannya kalau anti itu positif dan korupsi itu negatif," ujar dia.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya