Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mushaf Alquran Terjemahan Bahasa Daerah (Kemenag.go.id)
Dream - Kementerian Agama akan meluncurkan kembali Mushaf Alquran Terjemahan Bahasa Daerah. Peluncuran ini akan menambahkan koleksi Mushaf Alquran Terjemahan yang disusun Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, Badan Litbang dan Diklat Kemenag.
" Puslitbang Lektur akan meluncurkan Alquran Terjemah Tiga Bahasa Daerah, yaitu Bahasa Aceh, Bugis, dan Madura. Insya Allah peluncuran dilakukan bapak Menteri Agama," ujar Kepala Pusat Puslitbang Lektur, M Zain, dikutip dari Kemenag.go.id.
Zain mengatakan, saat ini sudah ada 12 mushaf Alquran terjemahan bahasa daerah. Dengan adanya tiga mushaf ini, maka jumlah mushaf terjemahan mencapai 15 mushat.
Sebanyak 12 mushaf tersebut diterjemahkan dalam berbagai bahasa, yaitu Sasak (Nusa Tenggara Barat), Kaili (Sulawesi Tenggara), Makassar (Sulawesi Selatan),Toraja (Sulawesi Tengan), Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), Batak Angkola (Sumatera Utara), Minang (Sumatera Barat), Banyumasan (Jawa Tengah) Dayak (Kalbar), Ambon (Provinsi Maluku), Bali (Provinsi Bali), dan Banjar (Provins Kalimantan Selatan). Mushaf ini juga sudah diedarkan.
Menurut Zain, terjemah Alquran ini merupakan komitmen Puslitbang Lektur untuk melayani masyarakat dengan menyediakan produk keagamaan yang diperlukan.
Selain itu, kata Zain, penerjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah juga bertujuan untuk mendekatkan agama dengan umatnya. Dengan bahasa daerah, umat lebih mudah memahami kandungan Alquran.
Tak hanya itu, terjemah ini juga bagian dari upaya untuk melestarikan bahasa-bahasa daerah. Ini agar setiap habasa daerah tidak kehilangan penuturnya.
" Bila penuturnya hilang, maka kita akan kehilangan nilai-nilai dan kearifan luhur dari bahasa daerah tersebut," kata Zain.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya