Marah Besar ke Massa Ormas Pemuda Pancasila, Kombes Hengki Haryadi Bukan Sosok Kacangan, Pernah Tangkap Hercules!

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 26 November 2021 12:31
Marah Besar ke Massa Ormas Pemuda Pancasila, Kombes Hengki Haryadi Bukan Sosok Kacangan, Pernah Tangkap Hercules!
Hengki punya deretan prestasi mengagumkan, salah satunya menangkap bos preman Tanah Abang, Hercules.

Dream - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hengki Haryadi tengah jadi sorotan. Dia marah besar ke massa ormas PP (Pemuda Pancasila) lantaran menyerang perwira menengah Polri saat demo di depan Gedung DPR RI pada Kamis, 25 November 2021.

Hengky sampai memberikan ultimatum agar pelaku diserahkan. Jika tidak, pihaknya akan memburu para pelaku.

Sikap tegas Hengki menyedot perhatian. Rupanya, dia bukan sosok polisi kacangan.

Rekam jejaknya dalam pemberantasan kejahatan tidak bisa dipandang sebelah mata. Prestasinya cukup gemilang dalam menangani kriminalitas dan premanisme.

 

1 dari 6 halaman

Menangkap Hercules

Hengki adalah sosok yang berhasil menangkap gembong preman Tanah Abang, Hercules, pada 2013, saat dia bertugas sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat. Hercules bersama 49 anak buahnya ditangkap.

Hengki bahkan berani membentak Hercules. Kepada Hercules, dia mengeluarkan ucapan agar bos preman itu tidak berlagak seperti jagoan.

" Kamu tidak usah jadi jagoan! Saya tangkap kamu! Kamu ikut kami ke Polres," kata dia saat itu.

 

2 dari 6 halaman

Bongkar Sindikat Narkoba Internasional Bersama DEA

Deretan prestasi membuat kariernya terus menanjak. Sebelum jadi Kapolres Metro Jakarta Pusat, Hengki dipercaya menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat.

Selama berdinas Jakarta Barat, Hengki banyak mengatasi kasus kejahatan. Dia berhasil mengatasi premanisme hingga membongkar sindikat narkoba internasional bersama Drug Enfocement Administration (DEA), institusi semacam Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berbasis di Amerika Serikat, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 6 halaman

Fakta Perwira Polri Dianiaya Massa Ormas PP

Dream - Seorang perwira menengah polisi menjadi korban penganiayaan massa ormas PP yang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis, 25 November 2021. Insiden ini membuat geram Polri.

Insiden itu sempat terekam kamera dan viral di media sosial. Terlihat seorang anggota polisi melarikan diri menjauh usai mengalami kekerasan dari sejumlah anggota PP. Polisi tersebut lalu menumpang sepeda motor untuk untuk menghindari kejaran massa.

Polisi tersebut diketahui adalah Kepala Bagian Operasi Satuan Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Dermawan Karosekali. Dia yang seharusnya bertugas memberikan pengamanan agar demo berjalan lancar malah jadi sasaran kekerasan massa PP.

Karosekali mengalami luka di bagian kepala dan pendarahan. Dia saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

 

4 dari 6 halaman

Kapolres Jakarta Pusat Marah

Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hengki Haryadi, marah besar. Dia memberikan ultimatum agar pelaku segera diserahkan kepada polisi.

" Saya minta tadi saksi yang lihat menyerahkan atau kami kejar," ujar Hengki.

Hengki menegaskan koordinator aksi harus bertanggung jawab atas insiden yang terjadi. Anggotanya yang bertugas mengawal unjuk rasa mala menjadi korban kekerasan.

" Perwira menengah dikeroyok. Sekali lagi saya minta koordinator kegiatan ini segera menyerahkan (pelaku)," kata dia.

 

5 dari 6 halaman

Sentil Tujuan PP Berdemo

Dia menyayangkan massa PP sampai berbuat brutal. Apalagi kepada polisi yang bertugas menjaga agar demo berjalan tertib dan aman.

" Apakah ini tujuan rekan-rekan datang kemari? Perwira kami luka ini, darah di mana-mana. Saya selaku penanggung jawab wilayah, keamanan, di depan DPR ini jujur saja saya miris," kata dia.

Usai kejadian, 21 orang bagian dari massa PP diamankan. Dari hasil pemeriksaan, 15 orang ditetapkan sebagai tersangka.

" Terhadap 15 orang akan dilakukan tindakan hukum. 15 tersangka akan diperiksa lanjutan dan ditahan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan.

 

6 dari 6 halaman

21 Orang Ditangkap, Ada Barbuk Peluru

Selain mengamankan 21 orang, polisi menyita sejumlah barang bukti yang dibawa massa. Di antaranya senjata tajam seperti badik hingga dua butir peluru.

" Membawa dua butir peluru yang diduga kaliber 38 punyanya revolver," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Atas temuan ini, 15 tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1959 tentang Darurat. Juga dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Demonstrasi ini digelar PP lantaran tidak terima dengan pertanyaan salah satu anggota DPR, Junimart Girsang. Junimart sempat meminta agar ormas yang kerap membuat kericuhan untuk dibubarkan.

Saat mengelar demonstrasi, massa ini bertemu langsung dengan Junimart. Mereka memaksa masuk ke Komplek DPR RI dan melakukan penyerangan kepada polisi yang berjaga, dikutip dari Merdeka.com.

Beri Komentar