Masjid Istiqlal, Simbol Toleransi Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 23 Februari 2017 06:02
Masjid Istiqlal, Simbol Toleransi Indonesia
Pembangunan Masjid Istiqlal melewati masa-masa politik Indonesia yang sulit.

Dream - Rabu 22 Februari 2017, Masjid Istiqlal merayakan milad. Tepat di tanggal yang sama, 39 tahun silam, masjid ini diresmikan oleh Presiden ke dua Indonesia, Soeharto.

Masjid Istiqlal merupakan bagian dari proyek mercusuar Presiden Soekarno. Pemancangan batu pertamanya dilakukan oleh presiden pertama Indonesia itu pada 21 Agustus 1961.

Nama Istiqlal diambil dari bahasa Arab, yang berarti merdeka. Ide penamaan itu disetujui Soekarno yang mulai aktif dalam pembangunan proyek tempat ibadah itu sejak menjadi Ketua Dewan Juri Sayembara Desain Masjid Istiqlal.

Dalam sayembara itu, terpilihlah nama Friederich Silaban dengan rancangan berjudul " Ketuhanan" . Friederich merupakan seorang arsitek beragama Kristen Protestan kelahiran Boandolok, Sumatera, 16 Desember 1912.

Baca juga: Istiqlal: Masjid Megah di Atas Benteng Belanda

Silaban merupakan lulusan terbaik Academie van Bouwkunst, Amsterdam, Belanda, 1950. Selain merancang desain arsitektur Masjid Istiqlal, dia juga merancang kompleks Olahraga Senayan.

Meski berbeda keyakinan, Silaban mempelajari aturan dan tata cara umat Muslim melaksanakan sholat. Dia mempelajari itu selama kurang lebih tiga bulan.

Kisah toleransi yang muncul tak berhenti sampai di situ. Lokasi pendirian masjid juga sempat menuai perdebatan. Wakil Presiden Mohammad Hatta meminta pendirian Masjid Istiqlal dilakukan di atas tanah di Jalan Mohammad Husni Thamrin, lokasi yang kini berdiri Hotel Indonesia.

Hatta memiliki pertimbangan tersendiri. Menurut dia, lokasi itu dekat dengan warga yang kebanyakan berkeyakinan Islam dan belum ada bangunan lain berdiri, sehingga menghemat biaya pembangunan.

Tetapi, Soekarno punya pendapat lain. Dia meminta pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina, yang terletak di antara Gereja Wilhemina dan Gereja Katedral, terdapat reruntuhan benteng Belanda dan dekat dengan Istana Merdeka.

Semasa pembangunannya, Masjid Istiqlal sempat mengalami pasang surut. Kondisi itu lebih karena gejolak politik yang muncul waktu itu.

Bangunan utama Masjid Istiqlal selesai pada 31 Agustus 1976. Sebagai penanda, dikumandangkanlah azan Maghrib pertama. Pembangunan yang diprediksi akan memakan waktu selama 45 tahun ternyata selesai dalam waktu 17 tahun. Pada 22 Februari 1978, masjid itu diresmikan.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya