Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pangkostrad Mayjen TNI Dudung Abdurachman (Foto: Liputan6.com)
Dream - Siapa yang tidak menganal Dudung Abdurachman? Perintah Dudung, saat menjadi Panglima Kodam Jaya, untuk mencopot baliho Habib Rizieq Shihab menjadi sorotan nasional.
Kini, Dudung akan naik pangkat, dari Mayjen menjadi Letnan Jenderal. Dari bintang dua menjadi bintang tiga di pundak, seiring promosi menjadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Ternyata sebelum menggapai karier cemerlang di kemiliteran, ia pernah hidup sederhana dan bergantung dari hasil berjualan kue. Dia membagikan kisahnya lewat kanal YouTube KOMPASTV.
Dudung menceritakan kehidupan masa kecilnya saat membantu sang ibu mengantar kue ke kantin Kodam Siliwangi setiap hari.

Tak selalu mulus, pengalaman pilu pun pernah ia rasakan. Ternyata dirinya pernah mendapat perlakuan buruk dari salah seorang oknum TNI. Kue jualannya ditendang hingga jatuh ke tanah.
" Karena mungkin tamtama baru, belum kenal. Padahal saya tiap hari antar kue. Ditendangnya klepon itu. Akhirnya 55 bubar semua itu. Dari situ saya mulai bangkit. 'Awas nanti', saya bilang 'Saya jadi perwira nanti'. Di situlah saya mulai ada cita-cita ingin jadi perwira," kenangnya.
Keseharian Dudung yang membantu ibunya berjualan, sempat membuatnya merasa malu. Kala itu anak seusianya bisa belajar dan menikmati berbagai kursus. Sedangkan dirinya harus membawa makanan di dalam bungkusan kain.
Nyalinya sempat ciut dan kerap bersembunyi di balik pohon bisa berjumpa teman-temannya. Bahkan demi membantu keuangan, Dudung sempat menjadi loper koran.
" Jadi saya ikut nganter koran waktu itu, yang punya koran itu pak Mulyono, jadi saya ikut. Jam setengah empat pagi saya udah ke Cikapundung ngambil koran, kemudian saya antar koran," ujarnya.
Berikut video sepenggal kisah masa kecil Mayjen Dudung:
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya