Menag Bantah Ada Kesepakatan tentang Penggunaan Bendera Tauhid

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 12 November 2018 13:45
Menag Bantah Ada Kesepakatan tentang Penggunaan Bendera Tauhid
Bagaimana cara memuliakan kalimat tauhid?

Dream - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin membantah telah muncul kesepakatan mengenai bendera tauhid dalam pertamuan antara Menkopolhukam, Wiranto, Menag, dengan sejumlah ormas Islam.

Lukman memastikan dalam pertemuan di kantor Kemenkopolhukam, Jumat, 9 November 2018, kesepakatan yang muncul yaitu dimuliakannya `kalimat tauhid`.

" Jadi yang disepakati adalah bahwa kalimat tauhid harus dimuliakan. Tapi bagaimana cara kita memuliakannya, di sini masih beragam pandangannya," ujar Lukman, dalam keterangan tertulis, Senin, 12 November 2018.

Menurut Lukman, cara memuliakan kalimat tauhid harus berdasarkan ketentuan yang dibuat ulama.

" Ini tentu domain ulama untuk memberikan arahannya," ujar Lukman.

Saat ini, kata Lukman, muncul berbagai pertanyaan terkait boleh tidaknya kalimat tauhid dipasang di jaket, kaos, topi, stiker, bendera dan lainnya.

Mengenai pertanyaan semacam itu, dia meminta masyarakat mengembalikannya ke pendapat ulama, pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan tokoh ormas Islam.

" Ketentuan tersebut diperlukan agar didapat cara pandang yang sama di kalangan umat dalam memuliakan kalimat tauhid," ucap dia.

Sebelum klarifikasi ini, viral dan beredar di media sosial mengenai kesepakatan antara pemerintah dengan sejumlah ormas Islam diantaranya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), MUI, Front Pembela Islam (FPI) mengenai bendera berkalimat tauhid. Dalam informasi itu, sejumlah tokoh dan pemerintah sepakat bendera tauhid bukan bendera terlarang.(Sah)

Beri Komentar