Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dubes Iran: Umat Islam Indonesia Selalu di Rakyat Hati Kami

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 30 Oktober 2019 11:00
Dubes Iran: Umat Islam Indonesia Selalu di Rakyat Hati Kami
Iran menyebut punya 2.000 kampus di 1.000 kota.

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, bertemu Duta Besar Iran, Ayatollah Alireza A'rafi, di kantornya, Jakarta, Selasa 29 Oktober 2019. Mereka mendiskusikan persoalan keagamaan dan pendidikan.

Alireza mengatakan, selama ini hubungan Iran dan Indonesia berjalan baik. Indonesia, bahkan telah mendapat tempat khusus di hati masyarakat Iran.

" Warga Iran, pejabat pemerintah, ulama, pemimpin spiritual, menekankan agar punya hubungan khusus bagi Indonesia," kata Alireza.

Dia berharap hubungan Iran-Indonesia terus meningkat, khususnya pada bidang pendidikan, teknologi, dan kajian keagamaan.

1 dari 4 halaman

UIII

Alireza juga ingin kerja sama di bidang keilmuan, sosial, budaya, ekonomi, teknologi, dan politik dengan Indonesia semakin erat.

Alirez mengatakan, sistem pendidikan tinggi di Iran menganut dua sistem yakni universitas dan hauzah (pesantren). Perguruan tinggi di Iran terus mengalami kemajuan di bidang teknologi walau ada berbagai kesulitan.

“ Kita memiliki sekitar 2.000 universitas di 1.000 kota. Kita juga ada empat juta mahasiswa. Menariknya 60 persen perempuan,” kata dia.

Sementara itu, Fachrul menegaskan posisinya sebagai menteri semua agama di Indonesia. Dia juga menjelaskan posisi Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang akan mulai beroperasi tahun depan.

" Insyaallah tahun depan UIII itu sudah ada, dan kami berharap dari dunia-dunia Islam dapat study di UIII,” ucap dia.

2 dari 4 halaman

Menag Kumpulkan Kakanwil dan Rektor Bahas Radikalisme

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, mengumpulkan seluruh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama dan Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan untuk membahas isu radikalisme.

" Kita bertemu dengan pimpinan-pimpinan di daerah gitu ya silaturahmi. Pimpinan-pimpinan, rektor-rektor, pimpinan-pimpinan asramah haji juga ada, pimpinan-pimpinan latihan diklat juga banyak," ujar Fachrul di kantornya, Jakarta, Selasa 29 Oktober 2019.

Dalam kesempatan itu, Fachrul menjelaskan mengenai pokok pikiran Menteri Agama yang bermuara dari visi misi Presiden Joko Widodo.

" Terutama pesan-pesan Pak Jokowi, harus fokus dan mencapai sasaran. Jangan sampai program itu hanya wacana-wacana saja tidak ada pencapaian sasarannya," kata dia.

Dia menambahkan, isu radikalisme dan deredikalisme bukan hanya tugas Kementerian Agama saja. " Kan pesannya Pak Jokowi, deradikalisasi bukan hanya kepada kementerian agama kan, termasuk polisi, tentara, semuanya," ujar dia.

Maka dari itu, mantan Wakil Panglima TNI ini mengajak masyarakat untuk senantiasa memerangi radikalisme.

3 dari 4 halaman

Akun Twitter Wamenag Diretas

Dream - Akun Twitter Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, dibajak. Tak hanya itu, akun Twitter tersebut juga diambil alih oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan disisipi konten pornografi.

" Menginformasikan bahwa akun Twitter saya diretas orang yang tidak bertanggung jawab dengan menyisipkan konten pornografi," kata Zainut dalam keterangan resminya, Minggu 27 Oktober 2019.

Zainut mengatakan, akun Twitter miliknya juga sudah digunakan untuk menyebar hoaks atas namanya. Zainut telah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polda Metro Jaya.

Saat berita ini dibuat, akun milik Zainut sudah dikunci. Tapi, tangkapan layar mengenai unggahan video dan gambar porno masih beredar di media sosial.

4 dari 4 halaman

Zainut Tauhid Jadi Wakil Menag: `Darah Saya NU`

Dream - Zainut Tauhid Sa'adi, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), mendapat amanah dari Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Agama. Dia mengaku mewakili partainya PPP.

" Mewakili parpol PPP tapi warna saya, darah saya NU," ujar Zainut di Istana Negara, Jumat 25 Oktober 2019.

Zainut memastikan penunjukannya sebagai Wamenag tidak mendapat protes, termasuk dari organisasi Nahdlatul Ulama (N)U. Dia menegaskan posisi yang diamanatkan kepadanya merupakan kewenangan Presiden sepenuhnya.

" Hal ini berkaitan penunjukan menteri dan pembantu Presiden dan itu kewenangan penuh Presiden, Bapak Presiden punya alasan penempatan pembantu-pembantunya itu," kata dia.

Sepak terjang Zainut di dunia keagamaan dan politik terbulang cukup banyak. Selain sebagai Waketum MUI, Zainut juga merupakan politisi PPP, sekaligus salah satu anggota Pengurus Besar NU.

" Ketika nanti menjabat seluruh itu saya tanggalkan untuk bangsa dan negara," kata dia.

Selanjutnya, ketika bertugas Zainut mendapat sejumlah amanah dari Jokowi. Seperti peningkatan kualitas pendidikan di madrasah diniyah serta pengembangan dakwah.

" Agar dakwah itu bisa meningkatkan keimanan ke Tuhan Yang Maha Esa, ketenangan, kesejukan, dan tidak menimbulkan justru suasana yang saling mencurigakan," kata dia.

Beri Komentar