Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyarankan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan kajian secara mendalam terkait keberadaan situs Islam penyebar radikalisme. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari potensi situs Islam yang tidak menyebarkan radikalisme ikut menjadi korban.
"Jangan sampai ada situs atau website yang sebenarnya tidak menyebarkan paham radikal tetapi ikut terblokir," ujar Lukman di Jakarta.
Tidak hanya kepada BNPT, Lukman juga menyampaikan saran itu kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Menurut dia, dua lembaga ini perlu mengadakan penelitian untuk membedakan mana situs penyebar radikalisme dan mana yang bukan.
Lebih lanjut, Lukman menyatakan mendukung tindakan pemerintah jika memblokir situs-situs yang benar-benar menyebarkan radikalisme. Ia mengatakan paham radikalisme yang berujung kekerasan tidak sesuai dengan keyakinan umat Islam Indonesia.
"Dari sisi Kementerian Agama karena in erat kaitannya dengan pemahaman agama yang radikal tentu prinsip utamanya adalah kami Kementerian Agama mendukung penuh pemblokiran situs yang memang jelas menyebarkan paham radikalisme," ungkap dia. (Ism)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya