Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Muslim Xinjiang (onislam.net)
Dream - Pemerintah Tiongkok melalui Pengadilan Kasghar menjatuhkan vonis enam tahun dan dua tahun penjara kepada pasangan Muslim Uighur di Xinjiang hanya karena berjenggot dan mengenakan hijab. Vonis ini mendapat kecaman dari umat Islam Xinjiang dan dianggap tidak masuk akal.
"Ini adalah kasus yang tidak akan terjadi di negara lain di dunia," ujar juru bicara World Uighur Congress Dilxat Raxit, dikutip Dream.co.id dari onislam.net, Rabu, 1 April 2015.
Raxit mengatakan putusan ini menunjukkan permusuhan yang dibangun pemerintah Tiongkok terhadap Islam. Di samping itu, putusan ini juga memperkeruh situasi politik di Kashgar yang tengah dilanda krisis pemerintahan.
Awal minggu lalu, surat kabar setempat melaporkan Muslim Uighur berusia 38 tahun telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena memiliki jenggot. Sementara istrinya diganjar dua tahun karena memakai cadar atau niqab.
Pria yang tidak disebut identitasnya ini mulai menumbuhkan jenggotnya pada tahun 2010. Sementara istrinya mengenakan burqa atau hijab yang menutupi wajah.
Pihak berwenang Xinjiang mengklaim pasangan itu dinyatakan bersalah karena terlibat pertengkaran dan memprovokasi masalah. Sejak April 2014, pihak berwenang Xinjiang mulai menawarkan hadiah uang tunai untuk informan yang melaporkan tetangga mereka yang menumbuhkan jenggot.
Awal bulan ini, Pimpinan Cabang Partai Komunis di Kashgar melarang wanita menggunakan hijab dan menggambarkan kota sebagai garda depan dalam memerangi ekstremisme.
"Jika orang Tiongkok menumbuhkan jenggot, itu adalah masalah pribadi dan dia diperbolehkan secara bebas. Jika Uighur menumbuhkan jenggot, ia dianggap ekstrimis agama," kata Raxit.
"Tujuan China adalah dengan menggunakan jalur hukum untuk memaksa orang Uighur meninggalkan tradisi mereka dan menerima tradisi orang-orang Tionghoa," sambungnya.
Muslim Uighur adalah minoritas berbahasa Turki dengan populasi mencapai delapan juta di barat laut Xinjiang.
Xinjiang, yang para aktivis menyebutnya Turkestan Timur, telah otonom sejak 1955. Namun Xinjiang terus mengalami tindakan represif besar-besaran oleh pemerintah China.
Kelompok-kelompok HAM menuduh pemerintah China berdalih memerangi terorisme dengan melakukan tindakan represif secara keagamaan terhadap minoritas muslim Uighur.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?