Menag: Layanan Haji 1439 Hijriyah Sudah Siap

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 12 Juni 2018 10:01
Menag: Layanan Haji 1439 Hijriyah Sudah Siap
Lukman berharap sejumlah peningkatan dapat memuaskan jemaah haji.

Dream - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memastikan layanan untuk jemaah Indonesia di Arab Saudi pada musim haji 2018 sudah siap. 

Penegasan ini disampaikan Lukman usai melakukan pengecekan langsung sejumlah layanan haji, baik di Madinah maupun Mekah. 

" Alhamdulillah, checking persiapan akhir Haji 2018 berjalan lancar. Bersyukur bahwa hotel-hotel di Madinah dan Mekah, transportasi, dan katering telah siap," kata Lukman, di Mekah,  Senin, 11 Juni 2018. 

Lukman mengunjungi Arab Saudi pada Kamis, 7 Juni 2018. Setibanya di Jeddah, dia segera memimpin rapat bersama jajaran Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Konsulat Jenderal RI di Jeddah, dan tim Kantor Urusan Haji (KUH).

Usai rapat itu, Lukman segera menuju Madinah dan Mekah untuk mengecek kesiapan layanan jemaah. Lukman dijadwalkan akan kembali ke Tanah Air pada Rabu, 13 Juni 2018 mendatang.

" Secara keseluruhan, layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi sudah siap 90 hingga 95 persen. Tinggal finalisasi kontrak beberapa hotel di Madinah dan penyelesaian kontrak katering," ujar Lukman. 

" Semua hotel yang disewa sesuai standar minimal, yaitu, setara hotel bintang 3 dan 4," ucap dia menambahkan. 

 Menag mengecek fasilitas kamar hotel

Tahun ini, Kemenag menyewa 165 hotel di Mekah yang tersebar di tujuh wilayah,  yaitu, Aziziah, 19 hotel, Mahbas Jin, 16 hotel, Misfalah, 23 hotel, Jarwal, 6 hotel, Syisyah, 57 hotel, Raudhah, 29 hotel, dan Rei Bakhsy, 15 hotel.

Sebanyak 109 hotel di antaranya merupakan repeat order karena dinilai jemaah memberikan layanan yang baik pada musim haji tahun lalu.

Sementara itu di Madinah,  Kemenag menyewa 107 hotel yang semuanya berada di wilayah Markaziah. Sebanyak 32 hotel bahkan dikontrak satu musim penuh atau full musim, sedang 75 hotel disewa blocking time.

Untuk layanan katering, Kemenag melakukan kontrak dengan 36 perusahaan di Mekah,  dua perusahaan di Jeddah, dan 15 perusahaan katering di Madinah. Katering pada fase puncak haji,  Arafah-Mina-Muzdalifah (Armina),  akan disiapkan 19 perusahaan yang juga sudah menandatangani kontrak kerjasama. 

Kemenag juga telah melakukan kontrak kerjasama dengan tujuh perusahaan yang akan melayani transportasi antar kota perhajian, Jeddah, Mekah, dan Madinah. Ketujuh perusahaan itu antara lain, Saptco,  Rawahel,  Rabitat,  Dallah,  Al Masa,  Al Qaid,  dan Hafil. Moda transportasi ini paling tua buatan 2013.

Semua bus sudah dilengkapi AC,  kulkas, toilet,  dan kursi dengan sistem 2 - 2. Adapun khusus untuk bus shalawat, Kemenag melakukan kontrak kerjasama dengan Saptco dan Rawahel.

Lukman berharap,  sejumlah peningkatan layanan tersebut akan menambah kenyamanan jemaah dalam beribadah.

(Sah)

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak