Cek Dapur Haji, Menag: Jaga Kebersihan dan Cita Rasa Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 9 Juni 2018 16:30
Cek Dapur Haji, Menag: Jaga Kebersihan dan Cita Rasa Indonesia
Sejumlah hotel di Madinah disewa dengan sistem satu musim penuh.

Dream - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meminta katering di Madinah dapat menjaga kebersihan layanan dan cita rasa Indonesia. Pesan itu dia sampaikan usai mengecek dapur Burhan Al Huda. 

" Jaga higienitas, baik bahan makanan maupun proses memasaknya. Sistem distribusi juga harus cepat dan tepat agar makanan bisa segera dikonsumsi jemaah," kata Lukman kepada pengelola dapur Burhan Al Huda, Jumat 9 Juni 2018.

Dalam kesempatan yang sama, Lukman mengapresiasi perusahaan katering tersebut. Sebab, Burhan Al Huda telah mempekerjakan tukang masak asli Indonesia. Langkah itu diambil agar cita rasa masakan untuk jemaah Indonesia dapat terpenuhi.

" Untuk menjamin keterpenuhan cita rasa Indonesia, kami akan lakukan pelatihan sertifikasi memasak. Itu harus diikuti semua penyedia katering. Pelatihnya dari tenaga ahli Indonesia," ujar dia.

Di Madinah,  total ada 15 perusahaan katering yang akan melayani jemaah haji Indonesia. Selama di Kota Nabi ini, jemaah akan mendapatkan dua kali makan (siang dan malam) serta satu kali snack berat (sarapan) dalam setiap harinya.

Menteri Agama mengecek dapur jemaah haji© MCH

Selain dapur katering, Lukman juga memeriksa Hotel Marriot yang berlokasi di sebelah utara Masjid Nabawi. Hotel di wilayah Markaziah ini merupakan salah satu pemondokan jemaah yang dikontrak satu musim penuh.

Untuk kali pertama, sistem penyewaan hotel di Madinah pada musim haji tahun ini dilakukan dengan tiga pola yaitu sewa setengah musim, sewa semusim penuh, dan blocking time. Selama ini, sistem sewa hotel di Madinah dilakukan secara blocking time antara 8 hingga 9 hari. 

Total ada 32 hotel yang telah disewa dengan kapasitas 108.574 jemaah (52,02 persen). Sewa setengah musim 0,62 persen, sedang blocking time 47,36 persen (75 hotel dengan kapasitas 98.838 jemaah). 

" Pola ini akan lebih memudahkan penempatan jemaah dan pengaturan jadwal pergerakan jemaah gelombang pertama ke Mekah usai menjalani ibadah Arbain, dan jemaah gelombang kedua ke bandara saat akan pulang ke Tanah Air," ujar dia. 

" Jemaah tidak perlu diburu-buru segera check out karena ada masa sewanya sudah habis dan kamar akan diisi jemaah lainnya," sambungnya.

Di Madinah,  Lukman juga meninjau kesiapan layanan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Beri Komentar