Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kursi Roda Untuk Membantu Jemaah Haji Yang Sakit (Foto: Istimewa/MCH)
Alat-alat ini merupakan terobosan terbaru Kemenag untuk membantu jemaah haji yang sakit.
Dream - Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuat terobosan. Pada musim haji 2018, Kemenag menyiapkan kursi roda dan tandu lipat untuk kelengkapan Tim Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (P3JH).
Tim P3JH bertugas membantu jemaah yang sakit di saat padatnya jadwal lempar jumrah Aqabah di malam pertama mabid (bermalam) di Mina.
"Rencana pengadaan sekitar 10 dulu, karena petugasnya baru 20-an orang. Jadi 5 tandu dan 5 kursi roda," ujar Direktur Bina Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi H. Dasir di Jakarta, Rabu 6 Juni 2018.
Selain tandu dan kursi roda, kata Khoirizi, tim P3JH juga dilengkapi dengan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Seperti diketahui, tim P3JH merupakan tim yang baru dibentuk. Tim tersebut mengawali tugas pada penyelenggaraan haji tahun ini.
“Mereka adalah para petugas pelayanan umum, namun memiliki kemampuan medis,” kata Khoirizi
Tim P3JH terdiri dari 20-an petugas yang berasal dari rumah sakit haji, universitas Islam negeri yang memiliki prodi kedokteran, serta rumah sakit TNI dan POLRI yang ditetapkan langsung oleh Kemenag berdasarkan persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan.
(Beq)