Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan mengupayakan kemungkinan penerbitan visa cadangan dengan Kerajaan Arab Saudi. Visa cadangan itu memiliki fungsi sangat penting bagi para calon jemaah haji.
Selama ini, persoalan muncul saat terdapat jemaah haji yang membatalkan keberangkatan di waktu-waktu akhir. Hal itu membuat jemaah haji pengganti kesulitan lantaran pengurusan dokumen tidak dapat dilakukan di waktu akhir menjelang pelaksanaan ibadah haji.
"Ini memang tidak lazim, tetapi kami sedang mencoba menegosiasikan untuk mengisi kekosongan kuota yang ada," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id, Jumat, 5 Februari 2016.
Lukman mengatakan tidak ada sisa kuota pada musim haji 2015 lalu. Seluruh kuota yang terdiri 155.200 jemaah haji reguler dan 13.600 jemaah haji khusus sepenuhnya terisi.
Ini lantaran pada tahun lalu Kemenag membuka peluang pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bagi calon jemaah dalam status kuota cadangan sebesar 5 persen.
Ini memungkinkan jemaah kuota cadangan dapat berangkat pada tahun itu juga apabila terdapat kuota yang belum terisi.
Tetapi, masalah muncul justru di waktu mendekati pelaksanaan yang hanya tinggal beberapa hari. Banyak jemaah haji membatalkan pengurusan visa menjelang penutupan.
"Last minute, jelang penutupan proses pemvisaan, terdapat 745 jemaah haji reguler dan 484 jemaah haji khusus yang membatalkan. Ini yang tidak memungkinkan lagi diisi oleh jemaah haji dari PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) manapun," kata Lukman.
Dia lalu menjelaskan visa cadangan selama ini dapat digunakan ketika terjadi pembatalan dalam waktu pengurusan normal. Tetapi, pengurusan visa cadangan menjadi sulit apabila pembatalan terjadi di waktu-waktu akhir.
"Persoalannya, sudah tidak memungkinkan lagi karena sudah tidak cukup waktu lagi mengurus dokumen perjalanannya," ucap Lukman.
Permasalahan ini menjadi bahan pembelajaran bagi Kemenag untuk memperbaiki pelaksaan ibadah haji ke depannya. Lukman mengatakan pihaknya akan berunding terlebih dahulu dengan pihak Saudi terkait rencana ini.
"Visa itu tetap cadangan, mengantisipasi kalau-kalau last minute ada yang membatalkan. Ini memang tidak lazim, tetapi kami sedang mencoba menegosiasikan untuk mengisi kekosongan kuota yang ada," ucap Lukman. (Ism)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan